"Doa tolak bala ini sifatnya universal. Bagi yang tidak bersio anjing juga boleh ikut. Tujuannya agar semua bisa dilindungi oleh Tuhan dan dewa dewi, selamat, lancar, sejahtera, tentram, dan damai," kata Ketua Yayasan Tjie Lam Tjey, Wong Aman Gautama.
Ritual yang dipimpin biksu dari Jakarta, yakni Sin Chen dan Darmanto. Prosesi acara dimulai dengan sembahyang ucapan terimakasih kepada Tuhan dan Dewa yang sudah melindungi umatnya dalam satu tahun. Pemimpin ritual membacakan doa atau mantra diikuti oleh umat yang cara penyampaiannya dengan dilantunkan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Gautama menjelaskan, sembahyang Po Un mempunyai arti tersendiri. Po adalah jaminan dan Un adalah keselamatan. Sehingga, Po Un diartikan meminta jaminan keselamatan untuk satu tahun ke depan.
Hampir setiap klenteng menggelar sembahyang Po Un karena ritual tersebut sudah menjadi tradisi bagi umat keturunan Tionghoa. Meskipun dalam pelaksanaan ada perbedaan di masing-masing klenteng, namun tujuannya sama yakni untuk meminta keselamatan.
Budi Dharmawan, seorang peserta sembahyang Po Un, mengaku berharap mendapatkan keberhasilan, kesuksesan, serta keselarasan hidup di tahun anjing. "Semoga kehidupan di tahun baru nanti menjadi lebih baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
