Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, (Mustholih)

Ganjar Gaungkan #kamitidakmaurusuh Jelang Sidang Sengketa Pilpres

Sidang Sengketa Pilpres 2019
Mustholih • 13 Juni 2019 17:24
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap peristiwa kerusuhan pada 21-22 Mei lalu di Jakarta tidak terulang lagi saat Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden 2019. Warga Jawa Tengah diminta tidak perlu datang ke Jakarta untuk melihat langsung jalannya sidang.
 
"Masyarakat Jateng tidak usah ikut-ikutan. Nonton TV saja di rumah," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Rencananya, sidang perdana sengketa Pilpres digelar pada Jumat, 14 Juni 2019. Kubu Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno mengajukan gugatan sengketa ke MK karena merasa dicurangi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar meminta masyarakat Indonesia dapat menerima dan menghormati apapun hasil putusan MK nanti. Pengerahan massa untuk menekan Majelis Hakim Konsitusi dinilai tidak perlu dilakukan. "Kita tunggu saja hasilnya nanti. Pak Prabowo sudah komentar akan mengikuti jalur konstitusi dan proses hukum dengan baik. Maka tidak perlu melakukan (pengerahan massa) itu," ujarnya.
 
Untuk mendinginkan suasana di Jawa Tengah, Ganjar meminta masyarakat ramai-ramai menaikkan #kamitidakmaurusuh di jejaring sosial media. Harapannya, kampanye tanda pagar itu bisa meredam emosi kubu yang kalah sengketa. "Kami sekarang mendorong hdengan meluncurkan hastag #kamitidakmaurusuh, dengan satu harapan semua berjalan aman," tegas Ganjar.
 
Seperti diketahui, Jakarta sempat dilanda kerusuhan ketika ribuan pendukung Prabowo-Sandi turun ke jalan menolak hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019. Kerusuhan yang menelan sembilan korban meningggal dunia dan ratusan orang luka-luka itu terjadi pada 21-22 Mei 2019.
 
Di sisi lain, kubu Prabowo-Sandi mengajukan gugatan ke MK atas hasil rekapitulasi suara. Mereka menuntut MK mendiskualifikasi pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Sejumlah kalangan mengkhawatirkan, kerusuhan seperti 21-22 Mei 2019 kembali terjadi akibat pendukung Prabowo-Sandi tidak terima hasil putusan MK.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif