Buya Syafii Mengaku Pernah Ditawari 'Hadiah' Rp500 Juta
Buya Syafii Maarif saat di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat. Foto: MI/Rommy Pujianto
Sleman: Suap dan gratifikasi amat mungkin menghampiri mereka yang memiliki posisi penting. Tak terkecuali Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) Ahmad Syafii Maarif atau yang dikenal dengan Buya Syafii.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif ini pernah ditawari uang Rp500 juta pecahan Rp100 ribu. Uang diduga gratifikasi dari sebuah perusahaan itu diantarkan seorang pejabat negara.

Buya Syafii mengatakan kejadian itu bermula saat ia sedang berada di Jakarta. Ketika itu, Buya sedang menginap di sebuah apartemen milik temannya di kawasan Kuningan.


"Mantan menteri ini datang ke apartemen. Lalu berbincang-bincang," kata Buya ditemui Medcom.id di kediamannya kawasan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta pada Kamis, 15 Februari 2018.

Buya enggan menyebutkan identitas lengkap mantan menteri itu. Namun, Buya bercerita, awal masuk ke apartemen, mantan menteri itu mengajak ajudannya. Beberapa lama setelah berbincang dengan Buya, mantan menteri itu menyuruh ajudannya keluar dari ruangan.

"Katanya ada titipan dari sebuah perusahaan. Uangnya seratusan baru," kisah Buya.

Buya tak merasa kaget meskipun merasa cukup heran. Akan tetapi, Buya menolak pemberian uang itu. "Bagi saya uang yang sekian itu memang besar. Tapi, bagi pengusaha, itu mungkin seperti kacang goreng," ujarnya.

Buya berkata kepada mantan menteri itu kalau dirinya tak akan ambil uang tersebut sesen pun. Ia mengatakan masih memiliki uang untuk sekadar pulang dengan maskapai penerbangan ke Yogyakarta.

Buya menambahkan, bukan hanya sekali itu ia ditawari uang dengan beragam nominal. Ia menegaskan tak menerima pemberian orang lain yang bisa memunculkan risiko.

"Saya tak memerlukan (uang) itu. Bukan sekali ini terjadi, tapi beberapa kali. Itu riil. (Penolakan gratifikasi) itu untuk menjaga kepercayaan. Kepercayaan itu mahal sekali," ungkapnya.



(SUR)