Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Ahmad Mustaqim)

Kelompok Radikal Jadikan Yogyakarta 'Rumah'

radikalisme
Ahmad Mustaqim • 22 Mei 2019 09:27
Yogyakarta: Yogyakarta sebagai kota pelajar telah menjadi pilihan kelompok radikal dalam mempersiapkan aksinya. Belasan hingga puluhan terduga teroris telah ditangkap kepolisian sejak 2018.
 
Teranyar, beberapa WNI terduga teroris ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia. Bahkan, mereka disebut telah menyiapkan teror dan telah memetakan wilayah Yogyakarta.
 
Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Achmad Munjid mengatakan Yogyakarta sejak dulu dihuni masyarakat dari berbagai penjuru. Warga Yogyakarta terbiasa dengan kehidupan orang yang berbeda dipilih penganut paham radikal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Justru watak masyarakat Yogyakarta yang terbuka dan beragam, tak peduli, itu jadi tempat yang strategis bagi kelompok-kelompok ini untuk tinggal dan melakukan rancangan," kata Munjid dihubungi Medcom.id pada Selasa, 21 Mei 2019.
 
Munjid juga melihat kehidupan di Yogyakarta yang secara umum kian menjadi anonim. Kondisi ini membuat kelompok radikal bisa dengan mudah masuk. Kepedulian antarwarga mulai terkikis
 
"Apa saja yang tak ada kepentingan dengan orang itu, dia tak mau tahu. Meskipun, Yogyakarta yang di kampung masih ada peduli, namun semakin di kota semakin enggak (peduli)," ujarnya.
 
Dia melihat menyuburnya kelompok radikal sudah menjadi tren global. Gelombang pasang gerakan radikal muncul hampir di setiap negara yang memilik konflik politik nasional. Ia mencontohkan bom di Sri Lanka.
 
"Kayak di Indonesia, naiknya politik identitas, politikus memakai atribut dan simbol keagamaan, untuk menggalang dukungan. Itu membuat kelompok radikal diberi angin," ujarnya.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif