UMP 2019 DIY Dinilai 'Mencekik' Buruh
Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY berdemonstrasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Yogyakarta: Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY berdemonstrasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Mereka menolak besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) 2019 yang akan diumumkan besok, Kamis, 1 November 2018.

Para buruh menilai besaran upah tersebut tidak menyejahterakan dan tidak mengangkat mereka dari kemiskinan.

"Kami menolak (besaran UMP dan UMK 2019). Karena dengan UMP Rp1,5 juta, Pemda DIY sedang ingin melestarikan kemiskinan di Yogyakarta," kata juru bicara KSPSI DIY Irsyad Adi Irawan di lokasi demo, Rabu, 31 Oktober 2018.


Baca: Ketok Palu, UMP DIY Terendah se-Indonesia

Para buruh menilai penetapan UMP berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan sudah tidak relevan. Sebab, aturannya tak mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Besaran UMP dan UMK 2019 yang ditetapkan pemerintah masih jauh di bawah survei KHL yang dilakukan Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) dan Front Perjuangan pemuda Indonesia (FPPI).

Hasil survey KHL versi buruh menetapkan Kota Yogyakarta Rp2.911.5 16, Kabupaten Sleman Rp2.859.085, Kabupaten Bantul Rp2.748.289, Kabupaten Kulon Progo Rp2.584.273, dan Kabupaten Gunungkidul Rp2.440.517. 

Irsyad menambahkan buruh mendesak Pemerintah menyusun besaran upah berdasarkan harga real kebutuhan pokok dan barang-barang di lapangan. Selain berdemonstrasi, para buruh juga akan menempuh cara lain agar pemerintah DIY bisa menetapkan UMP dan UMK sesuai survey KHL versi buruh.

Sekjen ABY Kirnadi merasa kecewa karena Pemda DIY tidak mendengarkan aspirasi buruh dalam memutuskan besaran upah. Besaran UMP dan UMK 2019 yang dirasa kecil menjadi pukulan berat bagi buruh.

"UMP DIY menjadi terendah se-Indonesia. Pekerja di DIY diidentikan dengan upah murah. Tapi enggak sejahtera," pungkas Kirnadi.

Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY Andung Prihadi Santoso mengatakan, besaran UMP dan UMK 2009 sudah di atas hasil survei KHL versi Dewan Pengupahan.

Pemerintah DIY memutuskan UMP DIY 2019 sebesar Rp1.570.922,73. Sementara UMK Kota Yogyakarta Rp1.846.400, Sleman Rp1.701.000, Bantul Rp1.649.800, Kulonprogo Rp1.613.000, dan Gunungkidul Rp1.571.000. Di sisi lain para buruh meminta besaran UMK di seluruh DIY berkisar Rp2,4 juta hingga Rp2,9Juta.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id