GNRM Dorong Digital Marketing Wirausaha Perempuan
Kemenko PMK bekerja sama dengan Pokmas Daya Annisa menggelar pelatihan marketing digital di kalangan pelaku usaha kecil-menengah perempuan di Yogyakarta, Senin, 26 November 2018 (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Yogyakarta: Berwirausaha merupakan salah satu kegiatan yang sejalan dengan Gerakan Indonesia Mandiri. Saat ini, semakin banyak kaum perempuan yang terjun ke dunia wirausaha. 

Mencermati perkembangan ini, Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Daya Annisa menggelar pelatihan marketing digital di kalangan pelaku usaha kecil-menengah perempuan di Yogyakarta, Senin, 26 November 2018.

"’Untuk kondisi saat ini, digital marketing bukan lagi pilihan. Melainkan sudah hampir seperti keharusan,’" ujar Anggota Gugus Tugas Nasional Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Kemenko PMK, Dr H Rumadi, dikutip siaran persnya, Selasa, 27 November 2018.


Partisipasi perempuan pada sektor lapangan kerja masih tertinggal jauh dari kaum laki-laki. Pada kalangan angkatan kerja perempuan, hanya 37 persen yang bekerja. Sementara, laki-laki mencapai 63 persen. "Kecuali pada industri kreatif, partisipasi perempuan justru lebih tinggi," kata Rumadi menjelaskan.

Tanpa bicara soal gender, menurut Rumadi, kewirausahaan adalah pekerjaan terhormat. Bukan saja membantu rumah tangga, kewirausahaan juga membantu negara melalui penciptaaan tenaga kerja, pemasukan pajak, bahkan devisa. 
"’Kegiatan digital marketing menjadi penting, karena promosi menjadi lebih cepat, lebih murah, dan daya jangkauannya sangat luas,’" ujar Rumadi yang juga tokoh Nahdatul Ulama (NU). 

Kewirausahaan perempuan ini sejalan dengan GNRM yang bersandar pada tiga nilai keutamaan, yakni etos kerja, integritas, dan gotong royong. Tujuannya adalah membangun Indonesia Mandiri, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Bersatu dan Indonesia Melayani. "’Kalau kewirausahaan jelas, arahnya ke Indonesia Mandiri,’" kata Rumadi.

Dengan mengambil tema Pengembangan UMKM  Melalui Digital Marketing untuk Membangun Kreativitas dan Kemandirian Pelaku UMKM di DIY, diharapkan para peserta lebih memahami seluk-beluk pemanfaatan pelaku UMKM platform digital.

Ketua Pokmas Daya Anissa, Wahyu Heniwati, menjelaskan sebagian besar pelaku usaha UKM di Yogyakarta sudah melek marketing digital dengan memanfaatkan media sosial atau e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dan sejenisnya. 

"Kita justru mengajak mereka yang masih tertinggal, belum menguasai platform digital marketing itu," ujarnya. Platform digital marketing ini sekaligus membuka peluang bagi kaum perempuan, yakni bisa produktif tanpa harus bekerja di luar rumah.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id