Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksaan Jalan Nasional (PJN) Alik Mustakim mengatakan, pihaknya akan uji beban jembatan (loading test) dalam waktu dekat. Pihaknya akan menyiapkan 25 truk masing-masing beratnya 22 ton.
“Nanti akan kami simulasi dulu hari Jumat (17 Mei 2019), esok harinya (Sabtu, 18 Mei 2019) pelaksanaan loading test. Kami akan membebani jembatan ini secara statis maupun dinamis,” kata Alik saat ditemui di lokasi jembatan, Selasa, 14 Mei 2019.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dalam uji beban, jembatan akan dibebani dua truk. Kemudian ditambah dua truk lagi. Begitu seterusnya sampai beban maksimal loading test. Lalu beban akan dikurangi secara bertahap. Uji dinamis dan daya tahan jembatan juga akan dilakukan di hari yang sama.
“Kami masih optimistis loading test kami akan membebani sejumlah 350 ton itu sekitar 72 persen dari beban rencana sebesar 500 ton. Kemudian kami evaluasi semua hari Minggu (19 Mei 2019). Senin, 20 Mei 2019 akan buka,” ungkap Alik.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sugiyartanto memastikan, bahwa pembangunan infrastuktur jembatan yang saat ini masih berlangsung dipastikan bisa dilewati oleh pemudik.
Dia memastikan unsur kualitas jembatan juga diperhatikan meski mengalami percepatan pembangunan dari rencana. "Paling lambat 24 Mei (operasional) meskipun kontraknya berkahir 13 Juni. Artinya bisa maju sampai dua minggu lebih. Syukurlah apresiasi saya sama penyedia jasa teman-teman semua yang berkontribusi,” tandas Sugiyartanto.
Jembatan Tanggulangan berada di jalur utama Pantura Timur. Jembatan ini menjadi penghubung Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
