Pedagang Pasar Legi Berjualan di Pinggir Jalan
Pedagang Pasar Legi berjualan di pinggir jalan, Medcom.id - Pythag Kurniati
Solo: Lokasi darurat untuk pedagang Pasar Legi Surakarta, Jawa Tengah, belum jadi. Sehingga pedagang pun berjualan di pinggir jalan di sekitar Pasar Legi.

Keramaian tampak di beberapa titik di Jalan S Parman dan Jalan Lumban Tobing, Senin, 5 November 2018. Beberapa tenda berjejer di pinggir jalan.

Baca: Ribuan Kios di Pasar Legi Solo Ludes Terbakar


Berbagai jenis sayuran, buah, dan bumbu diletakkan di meja. Pedagang melayani warga yang membeli kebutuhan sehari-hari dan bahan pangan. Ada pula pedagang yang memanfaatkan mobilnya sebagai tempat berjualan.

"Saya dulu berjualan di sisi barat Pasar Legi. Ini sambil menunggu pembangunan pasar darurat, ya harus tetap berjualan. Karena ada kebutuhan," ujar Cahyo, pedagang bawang di Jalan S Parman.

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, mengatakan pasar darurat rampung dibangun pada dua pekan mendatang. Sehingga, pedagang berjualan di pinggir jalan.

Pembangunan pasar darurat dimulai hari ini. Lokasinya di halaman utara Pasar Legi. Pasar darurat dibangun empat blok untuk pedagang los.

"Ini untuk pedagang yang dulu berada di lantai dua. Menampung 300 hingga 400 pedagang," kata dia.

Sisanya, pedagang akan menempati kios darurat di bahu jalan sekitar pasar. Di salah satu lokasi pasar darurat, Jalan Sabang, pekerja sudah terlihat memasang kayu kerangka kios mulai hari ini.

"Di kios darurat itu nanti kita utamakan untuk pedagang yang dulu memiliki kios. Di Jalan Sabang bisa 200-an orang. Nanti sisanya di jalan lain," kata Subagiyo.

Pada Senin, 29 Oktober 2018, ribuan los dan kios di Pasar Legi terbakar. Api pertama kali muncul dari lantai dua di dekat salah satu kios. Pedagang sempat berusaha memadamkan api, namun karena angin yang terlalu kencang, api justru menjalar ke utara mengikuti arah angin.







(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id