Tumpukan sampah di Jalan Hayam Wuruk Kota Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Tumpukan sampah di Jalan Hayam Wuruk Kota Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Akses TPST Piyungan Diblokir, Sampah Yogyakarta Numpuk

sampah
Ahmad Mustaqim • 25 Maret 2019 20:08
Yogyakarta: Jalur masuk tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali ditutup warga setempat. Penutupan ini sudah berlangsung sejak Minggu, 24 Maret 2019.
 
Situasi ini membuat sampah di sejumlah lokasi tempat penampungan menumpuk, bahkan berserakan. Penutupan akses jalan TPST ini sudah berulang kali terjadi, terakhir terjadi pada 31 Desember 2018.
 
Koordinator Komunitas Pemulung TPST Piyungan Maryono menjelaskan, warga menuntut perbaikan pengelolaan sampah. Menurut dia warga merasa resah lantaran antrean kendaraan pengangkut sampah bisa berlangsung hingga delapan jam sehari dan menganggu kegiatan warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini disebabkan dermaga sampah yang sangat sempit. "Antrean truk (pengangkut) sampah ini sampai lebih dari satu kilometer. Ini kan ganggu aktivitas warga," kata dia di sekitar TPST Piyungan pada Senin, 25 Maret 2019.
 
Maryono juga menyampaikan tuntutan kali ini sama dengan kejadian akhir tahun lalu. Di antaranya, perbaikan akses jalan sekitar TPST yang rusak, sistem drainase buruk, hingga tak adanya fogging berkala. Pemerintah seharusnya memenuhi tuntutan itu sebagai kebutuhan masyarakat.
 
Akses TPST Piyungan Diblokir, Sampah Yogyakarta Numpuk
Koordinator Komunitas Pemulung TPST Piyungan, Maryono. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

 
Warga juga menuntut kompensasi terhadap dampak langsung situasi buruk di TPST Piyungan. Ia menyebut ada ratusan kepala keluarga (KK) di RT 5 Desa Sitimulyo terdampak situasi itu. Warga tidak pernah mendapatkan kompensasi sejak TPST seluas 14,5 hektare beroperasi pada 1996.
 
Ia mengultimatum akan terus menutup akses jalan TPST selama tuntutan sebagian besar tak dipenuhi. "Tuntutan warga sejak akhir tahun lalu hanya dipenuhi pengerasan jalan. Itu pun tak ada pengaspalan," kata dia.
 
Pantauan Medcom.id, sejumlah 'terminal' sampah di Kota Yogyakarta masih penuh. Misalnya, di Jalan Hayam Wuruk, di depan Stasiun Lempuyangan serta di timur SPBU Lempuyangan. Bahkan ada sampah yang berserakan hingga di jalan saat jam menunjukkan sekitar pukul 17.00 WIB.
 
Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah Akhir Balai TPST Piyungan Imam Sugiono mengaku belum bisa memenuhi seluruh tuntutan warga. Pengaspalan jalan di sekitar TPST hanya dianggarkan sekitar Rp500 juta dari APBD DIY. Itu pun hanya mampu mengaspal jalan sepanjang 100 meter, dari total panjang jalan sekitar dua kilometer.
 
Dermaga sampah akan diusahakan pekan ini terwujud. ""Minggu ini ada alat berat ke sini. Insyaallah Kamis sampai sini," katanya.  
 

 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif