Kondisi Retakan tanah dan serta peralatan EWS yang terpasang di Dusun Jojogan, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 9 Januari 2019. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Kondisi Retakan tanah dan serta peralatan EWS yang terpasang di Dusun Jojogan, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 9 Januari 2019. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi) (Kuntoro Tayubi)

Retakan Tanah Terlihat di Kawasan Gunung Salem

bencana alam
Kuntoro Tayubi • 09 Januari 2019 17:57
Brebes: Dua tebing rawan longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus dipantau. Di daerah tersebut mengalami retakan atau pergeseran tanah sejak beberapa waktu lalu.
 
"Dulu diprediksi oleh Mahasiswa UGM dan BPBD Provinsi Jateng akan terjadi longsor susulan pasca longsor nasional, 22 Februari 2018 lalu," kata Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Faisal Amri, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Faisal menjelaskan, saat itu longsor memakan korban 14 orang meninggal, 4 orang hilang dan merusak 52 rumah serta merusak 14 hektar persawahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faisal melihat kondisi di lapangan secara langsung guna merancang segala persiapan jika sewaktu-waktu terjadi musibah. Berdasarkan keterangan warga, permukiman yang diprediksi secara langsung akan terdampak adalah Dusun Jojogan dengan berpenghuni 7 KK atau 23 jiwa.
 
Kemudian Dusun Cibuhun yang berpenghuni 27 KK atau 110 jiwa, juga kemungkinan akan terdampak secara tidak langsung. Sebab, rute sapuan material longsoran tanah Bukit Labuan Bulan (mahkota longsoran) di tanah Perhutani petak 7 F seluas 2 hektar, diprediksi mengarah kedua dusun tersebut.
 
"Tebing Jojogan juga sudah amblas kurang lebih 50 centimeter. Tampak mereka melihat dari dekat EWS (Early Warning System), retakan tanah dan amblasnya kedua tebing bukit," ungkap Faisal.
 
Jika kabel EWS tertarik 7 centimeter saja akibat pergerakan tanah di Labuan Bulan atau di Jojogan, maka sirine peringatan bencana akan berbunyi. Jadi warga Jojogan bisa cepat menjauh dari jalur longsoran lebih awal saat mendengar sirine.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi