Kasi Pendidik dan Tenaga Pendidikan, Bidang Pididikan Madrasah Kanwil Kemenag jateng, Siti Mutmainah. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Kasi Pendidik dan Tenaga Pendidikan, Bidang Pididikan Madrasah Kanwil Kemenag jateng, Siti Mutmainah. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni (Budi Arista Romadhoni)

Madrasah di Jateng Kekurangan Tenaga Pengajar

Madrasah di Indonesia
Budi Arista Romadhoni • 10 Januari 2019 15:38
Semarang: Tenaga pengajar 306 madrasah berstatus negeri di Jawa Tengah jauh dari idela. Kanwil Kemenag Jateng harus mengontrak guru honorer untuk mencukupi kekurangan tersebut.
 
Kasi Pendidik dan Tenaga Pendidikan, Bidang Pididikan Madrasah, Kanwil Kemenag Jateng, Siti Mutmainah mengaku  harus mengupayakan tenaga pengajar untuk memenuhi standar pendidikan dan mampu bersaing dengan sekolah umum.
 
"Yang sudah PNS 8.453 untuk kebutuhan 306 madrasah negeri. Untuk mencukupi, kami mengontrak Guru Honorer 2.975. Pada prinsipnya masih kurang. Ini baru negeri, belum yang swasta," bebernya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jawa Tengah memiliki 10.682 madrasah swasta. Namun, pemerintah tidak bisa ikut campur soal kesejahteraan para guru.
 
"Permasalahanya di swasta, pengelolaan terdapat di yayasan. Kami hanya pada standar mutu pendidikan, kalau SDM jumlah guru, dan gaji guru itu kewenangan di yayasan sekolah terkait," terangnya.
 
Madrasah Swasta juga mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk menunjang mutu pendidikan yang diberikan kepada siswa. Salah satunhya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
 
"Siswa dapat PIP (Program Indonesia Pintar). Kemudian guru yang sudah sertifikasi mendapatkan rekomendasi tunjangan profesi guru, tapi itu tetap kewenangan yayasan," jelasnya.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif