Ilustrasi Pemilu 2019 di Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/ Rhobi Shani.
Ilustrasi Pemilu 2019 di Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/ Rhobi Shani. (Rhobi Shani)

Partisipasi Pemilih di Jepara Melampaui Target Nasional

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Rhobi Shani • 07 Mei 2019 09:58
Jepara: Angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melampaui target nasional. Dibanding Pemilu 2014, angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 lebih tinggi.
 
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, Muhammadun mengatakan, secara nasional, target partisipasi pemilih pada pemilu 2019 adalah 77,5 persen. Di Jepara, untuk lima jenis pemilihan umum, angka persentasenya melebihi target tersebut.
 
"Untuk Pemilu presiden dan wakil presiden (PPWP), angka partisipasi pemilih 83 persen. Kemudian untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partisipasinya 82,94 persen, DPR RI 82,90 persen, dan DPRD provinsi 82,91 persen," kata Muhammadun saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhammadun menjelaskan, persentase tingkat partisipasi pemilihan DPRD Kabupaten Jepara, dari lima daerah pemilihan (Dapil), angka partisipasi berbeda-beda. Di Dapil 1, meliputi Kecamatan Jepara, Karimunjawa, Tahunan, dan Kedung, partisipasinya 83,60 persen.
 
Kemudian di Dapil 2, yaitu Mlonggo, Bangsri, dan Pakisaji, angka partisipasinya mencapai 82,92 persen. Lantas di Dapil 3, yaitu Kembang, Keling, dan Donorojo, partisipasinya 80,86 persen.
 
"Di Dapil 4, wilayahnya Mayong, Welahan, dan Nalumsari, angka partisipasinya 81,34 persen. Partisipasi tertinggi di Dapil 5, yaitu Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, dan Batealit, angka partisipasinya 85,34 persen," jelas Muhammadun.
 
Pada pemilu 2014, partisipasi pemilih pada pemilu lagislatif 79,9 persern, sedangkan pada pilpres 73 persen. Perbedaannya, pemilu 2019 ini berlangsung serentak, menggabungkan lima jenis pemilihan dalam satu waktu. 
 
"Tentu saja ada banyak faktor yang mempengaruhi dan ini membutuhkan riset secara akademis. Namun dari sisi pernyelenggara pemilu, sosialisasi ke masyarakat sudah dilakukan sejak tahapan pemilu 2019 ini berlangsung, sampai dengan menjelang pemungutan suara," beber Muhammadun.
 
Tingginya angka partisipasi masyarakat tidak lepas dari program sosialisasi yang dirancang KPU. Diantaranya program sosialisasi ke 11 basis masyarakat. Serta, pembentukan 50 sukarelawan demokrasi yang direkrut KPU tiga bulan sebelum pemungutan suara.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif