Longsor di Desa Kunir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada, Selasa, 15 Januari 2019. Medcom.id/Rhobi Shani
Longsor di Desa Kunir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada, Selasa, 15 Januari 2019. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Potensi Longsor Desa Kunir Susulan Tinggi

bencana longsor bencana banjir
Rhobi Shani • 15 Januari 2019 13:23
Jepara: Potensi longsor susulan di Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sangat tinggi. Kondisi lereng di Dukuh Jehan retak sepanjang 40 meter dan turun lebih dari 10 sentimeter.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto menyampaikan, tanah retak mulanya sepanjang 60 meter. Sepanjang 20 meter telah longsor dan menimpa lima rumah warga.
 
“Potensi (longsor) susulan sangat tinggi. Sekarang saja tanahnya sudah turun 10 sentimeter dari aspal,” ujar Arwin, Selasa, 15 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tanah lereng yang longsor merupakan tanah urug baru yang kemudian disender. Arwin menduga, jumlah lubang serapan air kurang banyak ketika tanah urug baru turun ketika diguyur hujan dalam waktu cukup lama.
 
“Semula jalnnya kan sempit, terus ditanggul diurug dengan tanah baru. Kemungkinan tidak kuat menahan tanah yang basah, kemudian retak lalu ambrol,” ungkap Arwin.
 
Alat berat diterjunkan ke lokasi guna mengurangi dampak risiko longsor susulan. Kawat beronjong dan karung yang dibutuhkan juga dibuat.
 
Seperti diketahui, longsor di Desa Kunir terjadi setelah diguyur hujan deras. Sebelum longsor, muncul retakan tanah. Beruntung sebelum tanah longsor, warga yang bermukim di bawa tanah retak sudah berhasil divakuasi.
 
“Tidak ada korban jiwa. Setelah warga mengungsi semua, tanah baru longsor,” pungkas Arwin.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif