Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Wisma Perdamain Semarang, Jumat 3 Agustus 2018, Medcom.id - Budi Arista (Budi Arista Romadhoni)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Wisma Perdamain Semarang, Jumat 3 Agustus 2018, Medcom.id - Budi Arista (Budi Arista Romadhoni) (Kuntoro Tayubi)

Ganjar Pastikan Kepulangan 20 Warga Brebes Korban TPPO

perdagangan manusia
Kuntoro Tayubi • 17 Januari 2019 13:00
Brebes: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memastikan 20 warga Brebes yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Penjuakan Orang (TPPO) di Sorong, Papua, segera kembali ke kampung halaman. Ganjar mengatakan saat ini warganya tersebut sedang dalam perjalanan pulang.
 
"Tadi saya telepon salah satu di antara mereka mengatakan sudah sampai Balikpapan. Besok (hari ini) mungkin sampai Surabaya. Diharapkan lusa sudah sampai rumah mereka," kata Ganjar di Desa Songgom Kidul, Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah, Rabu malam, 16 Januari 2019.
 
Baca: 20 Warga Brebes Diduga Jadi Korban TPPO di Papua

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menjelaskan, 20 pekerja ini diberangkatkan sejak dua bulan lalu, namun beberapa saat setelag berada di Sorong, mereka ditinggal pergi oleh mandor yang mengajaknya.
 
Ganjar mengaku telah mengunjungi istri mereka dan memastikan kepulangan. Di hadapan istri pekerja-pekerja itu, Ganjar juga sempat menelepon salah satu pekerja untuk menanyakan kondisi serta perkembangan rekan-rekannya.
 
"Ya negara harus tanggung jawab. Kita bantu sebisanya. Alhamdulillah Kemensos membantu pemulangan mereka dari Sorong ke Surabaya. Dari Surabaya ke Brebes kita bantu. Mudah-mudahan mereka sampai sini dengan selamat," beber Ganjar. 
 
Selanjutnya Ganjar memerintahkan dinas terkait untuk menelusuri kasus tersebut dan menggandeng kepolisian untuk membongkar. Ganjar juga berharap masyarakat aktif berkoordinasi dengan pemerintah.
 
Nurillah, 30, istri salah satu pekerja mengisahkan, awal pemberangkatan suami dan rekan-rekannya diiming-imingi uang saku Rp1 juta. Mereka dijanjikan bekerja di proyek pemasangan kabel, namun mereka justru ditinggal kabur oleh mandor tanpa gaji.
 
"Suami saya dijanjikan proyek pengerjaan kabel Telkom selama dua bulan di Sorong. Karena dijanjikan uang saku dan gaji besar, Desember 2018 lalu suami saya berangkat bersama 19 temannya," ungkap Nurillah.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif