Kendaraan Masuk DI Yogyakarta akan Diperiksa
Apel gelar Pasukan Operasi Ketupat di Polda DIY, Rabu, 6 Juni 2018, Medcom.id - Mustaqim
Sleman: Polisi akan memeriksa kendaraan yang masuk ke DI Yogyakarta saat mudik Idulfitri 1439 Hijriah. Tujuannya mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang berpotensi terjadi di Tempel, Sleman dan Temon, Kulonprogo.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Komisaris Besar Latif Usman menjelaskan aparat akan meningkatkan pengamanan di wilayah rawan laka lantas. Ada sebanyak dua jalur masuk wilayah Yogyakarta yang dilalui pemudik, yakni di Kulon Progo dan Sleman. 

"Jalur dari Kulon Progo menuju Yogyakarta dan dari Tempel wilayah Sleman ke Yogyakarta. Ini jalur yang biasa dilalui pemudik. Begitupun arus balik. Evaluasi mudik tahun 2016 dan 2017, memang data kecelakaan menurun," kata Latif selepas Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat di Polda DIY, Rabu, 6 Juni 2018. 


Ia menjelaskan, jalur di Kecamatan Temon (Kulon Progo) hingga Kecamatan Gamping (Sleman) dan Tempel (Sleman) hingga Jombor rawan dengan kecelakaan. Ia mengatakan kepolisian akan menempatkan titik pemeriksaan di wilayah Tempel dan Temon tersebut. 

"Misalnya kendaraan roda dua yang tak sesuai peruntukan akan kami tindak. Bahwa kendaraan roda dua untuk berboncengan tiga orang atau bermuatan lebih itu sangat membahayakan pengemudi dan orang lain," kata dia. 

Pos pengamanan dan pemeriksaan akan di mulai Kamis, 7 Juni 2018. Ia memperkirakan, puncak lalu lintas mudik akan berlangsung 8-9 Juni 2018. 

Kepala Polda DIY, Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri meminta pasukannya sigap dalam melakukan penjagaan. Setidaknya, sebanyak 2.700 pasukannya diturunkan dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran 2018. 

Pasukan tersebut akan disebar di sebanyak 31 pos yang disediakan. "Total pasukan ada 4.700, itu dari kepolisian, TNI, instansi pemerintah, dan masyarakat. Pasukan akan akan tersebar di pos-pos di jalur yang sudah dipetakan," kata dia. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat waspadai dengan tindak kriminalitas. Selain itu, ia juga berharap kepolisian mewaspadai hal-hal yang membahayakan pemudik, baik kriminalitas hingga jalur rawan kecelakaan. 

"Kami sudah koordinasi yang mungkin tak ada rambu-rambh lalu lintas bisa dipasang. Mungkin warga belum tahu jalur-jalur alternatif. Hak-hal seperti ini mungkin bisa jadi pilihan," ujarnya. 




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id