Posisi Seismograf di Gunung Sindoro Terancam Terbakar

Kiswantoro 11 September 2018 14:56 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Posisi Seismograf di Gunung Sindoro Terancam Terbakar
Kobaran api dan kepulan asap kebakaran hutan Gunung Sindoro tampak dari Desa Muntung, Temanggung, Jateng, Senin sore 10 September 2018, Ant - Aris Efizudin
Temanggung: Api yang membakar hutan dan lahan di Gunung Sindoro belum dapat dipadamkan. Selasa siang, 11 September 2018, api menjalar mendekati seismograf, alat pemantau gunung api milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di lereng gunung.

Api menjalar ke arah selatan atau ke Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Embusan angin yang kencang membuat api kian berkobar. Lahan yang terbakar meluas.

"Saat ini, area yang terbakar meluas. Titik api kini hanya berjarak 1-- meter dari alat pemantau milik PVMBG, seismograf, yang ditanam di lereng gunung," kata Sutikno, Koordinator Lapangan SAR daerah Jateng.


Sutikno mengatakan medan cukup sulit. Vegetasi rumput kering membuat api sulit dipadamkan. Area yang terbakar mencapai 241,2 hektare di lahan milik resort pemangku hutan (RPH) Kwadungan.

Sementara petugas hanya dapat memadamkan api secara manual. Yaitu melakukan penyekatan agar api tak mendekati seismograf. Sutikno mengatakan mengirim tim khusus mengamankan alat pemantau tersebut. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id