Pengendara kendaraan melintas di Jl. Malioboro, Yogyakarta, Senin (15/9). ANTARA FOTO/Noveradika.
Pengendara kendaraan melintas di Jl. Malioboro, Yogyakarta, Senin (15/9). ANTARA FOTO/Noveradika. (Ahmad Mustaqim)

Malioboro Diyakini Tetap Ramai

yogyakarta wisata jawa tengah
Ahmad Mustaqim • 13 Juni 2019 19:52
Yogyakarta: Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti meminta para pelaku usaha di kawasan Malioboro tak mencemaskan kebijakan rekayasa lalu lintas. Kebijakan uji coba Malioboro tanpa kendaraan bermotor akan dilakukan setiap Selasa Wage mulai 18 Juni 2019. 
 
Haryadi mengatakan Malioboro sudah lama menjadi etalase Kota Yogyakarta bahkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
 
"Namanya etalase ya upaya kita itu bukan mempersepi, tapi membuat ramai," kata Haryadi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haryadi menjelaskan kebijakan yang dalam tahap percobaan itu bertujuan memudahkan akses masyarakat. Meski kendaraan bermotor tak diizinkan melintas, ia menilai akses masyarakat dan wisatawan masih tetap bebas dan lebih nyaman. 
 
"Walaupun Malioboro tidak dilintasi kendaraan bermotor tapi nanti akses ke sana ada kantong-kantong parkir alternatif," jelas Haryadi.
 
Langkah uji coba nanti akan sekaligus sosialisasi ke masyarakat. Ia menilai, pengunjung atau wisatawan Malioboro selama ini sudah menggunakan kantong-kantong parkir yang disediakan.
 
"Jadi tidak yang terus kendaraan yang melintas itu parkir. Jadi sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan, hanya pelintasanya saja. Hanya yang melintas yang dibatasi," beber Haryadi.
 
Haryadi mengungkapkan perlu adanya penerapan zona penurunan penumpang (drop off) bagi wisatawan non individual di kawasan Malioboro. Misalnya, bisa dilakukan pelaku penginapan perhotelan.
 
"Misal hotel di Jogja yang jaraknya lebih dari 4 kilometer dari Malioboro nanti kita minta sediakan feeder/shuttle ke Malioboro di jam-jam tertentu. Jadi tetap ramai," sambung Haryadi.
 
Haryadi menegaskan kebijakan semi pedestarian di Malioboro akan terus dievaluasi dengan melibatkan banyak pihak. Evaluasi ini nantinya akan melihat kapan waktu tepat memberlakukan kebijakan serupa dalam jangka panjang. 
 
"Jangka panjang itu kan tidak terus diterapkan kapan, tapi dengan uji coba,  evaluasi, uji coba, evaluasi," pungkas Haryadi.
 
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan pelaku usaha di Malioboro bisa memanfaatkan waktu tertentu untuk memasok barang dagangan. Waktu yang bisa dipakai di luar pukul 6.00-21.00 WIB. 
 
"Dropping kan ming sedino (hanya sehari). Kan bisa sebelum jam lima atau di atas jam 21.00 WIB," kata Sigit. 
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif