Ratusan Tanggul di Brebes Rusak
Relawan tengah menambal tanggul dengan ribuan karung di sungai Cisanggarung, Losari, Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 22 November 2018. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi).
Brebes: Sebanyak 200 tanggul di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam kondisi rawan dan kritis. Titik tanggul kritis ini tersebar di semua sungai yang ada di wilayah Brebes.

Kabid Konservasi Sumber Daya Air Dinas PSDA dan Taru Brebes, Mulyadi mengatakan, beberapa titik tanggul di tebing Sungai Pemali dan Cisanggarung memerlukan perhatian khusus.

"Kerusakan tanggul yang terjadi mulai dari elevasi permukaan yang amblas sehingga permukaan tidak rata, sampai badan tanggul yang mengalami longsor," kata Mulyadi saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Nopember 2018.


Mulyadi menjelaskan, dari 200 titik tanggul kritis yang berhasil dipetakan di antaranya tanggul Sungai Pemali mulai dari Bendung Notog hingga muara.

Menurut Mulyani, ada 28 titik kerusakan yang perlu segera ditangai secara permanen, yakni di Desa Wanasari, Terlangu, Pulosari, Sidamulya, Tengki dan beberapa desa lainnya.

Pada awal 2018, di lokasi tersebut, terjadi luapan yang menyebabkan banjir besar. Selain karena tanggul tidak kuat menahan derasnya air, juga karena permukaan (elevasi) tanggul yang tidak rata karena amblas.

Untuk Sungai Cisanggarung, lokasi tanggul kritis berada di Desa Bojongsari, Randusari, Babakan, Bantarsari, Jatisawit dan Karangsambung. Tanggul yang perlu diwaspadai ada di Bantarsari, Karangsambung dan Jatisawit. Di mana tanah tanggul di desa longsor sehingga bada tanggul menjadi tipis.

"Sejauh ini, penanganan terhadap tanggul kritis tersebut baru sebatas penanganan darurat. Di sejumlah tanggul kritis di Pemali dan Cisanggarung, penanganan hanya dilakukan dengan menambal tanggul dengan karung yang berisi tanah," beber Mulyadi. 

Namun khusus untuk beberapa titik di Cisanggarung, menggunakan bioenginering dengan menanami bambu. Harapannya akar serabut rumpun bambu ini menimbulkan sedimentasi tanah.

Belum maksimalnya penanganan tanggul ini, karena minimnya anggaran. Kendala lain tidak adanya alat berat di dinas teknis.

"Sudah diajukan anggarannya ke provinsi maupun pusat, tapi lagi-lagi terbentur minimnya anggaran," pungkas Mulyadi.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id