Dikira Aman, Gempa di Jepara Berpotensi Merusak

Rhobi Shani 12 Oktober 2018 14:45 WIB
gempa bumi
Dikira Aman, Gempa di Jepara Berpotensi Merusak
Kepala BPBD Jepara, Arwin Nor menunjukan peta rawan gempa, Medcom.id - Rhobi Shani
Jepara: Gempa bumi terbilang jarang terjadi di Jepara, Jawa Tengah. Lantaran itu pemerintah kabupaten dan warga mengira Jepara aman dari guncangan gempa. Ternyata, perkiraan itu salah.

Gempa terakhir terjadi pada 3 Mei 2018 dengan magnitude 4,3 SR. Pusat gempa berada di 36,3 Km di Utara dari Kota Pati.

Sebagian warga Jepara, yang lokasinya berbatasan dengan Kota Pati, merasakan guncangan. Banyak warga keluar dari rumah masing-masing untuk mengantisipasi hal tak diinginkan.


Baca: Gempa Bumi Guncang Pati dan Jepara

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto, mengaku anggapan tersebut salah. Ternyata, kata Arwin, Jepara termasuk daerah rawan gempa, bahkan merusak.

"Kemarin kami dikirimkan katalog rawan gempa. Ternyata Jepara termasuk di dalamnya," ungkap Arwin ditemui di Kantor BPBD Jepara, Jumat, 12 Oktober 2018.

Katalog itu diterbitkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Baca: Gempa 5 SR Goyang Jepara

Arwin mengaku BPBD dan Pemkab tak mengetahui potensi tersebut. Lantaran itu, tak ada ahli di bidang gempa di BPBD Jepara. Latihan simulasi gempa pun tak pernah dilakukan.

"Selama ini kami beranggapan aman. Makanya kami fokus di penanggulangan banjir, longsor, dan angin kencang. Bila sudah tahu begini, kami akan minta Bupati bikin program terstruktur terkait penanganan gempa," kata Arwin.

Arwin mengatakan petugas dari Pusat Vulkanologi telah meneliti kondisi geologi di Jepara selama dua pekan. Arwin mengaku masih menunggu hasilnya.

Arwin meminta Pemerintah Kabupaten Jepara tanggap menangani bencana. Setidaknya, Pemkab Jepara memiliki kebijakan untuk mengantisipasi dan menangani bencana.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id