Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.
Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Nostalgia di Yogyakarta, Jokowi Ajak Relawan Lawan Hoaks

pilpres 2019
Ahmad Mustaqim • 23 Maret 2019 14:32
Yogyakarta: Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo bernostalgia dalam acara Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019. Ia mengaku sangat berbahagia mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. 
 
"Saya sangat berbahagia sekali. Jogja adalah miniaturnya Indonesia. Saya dididik dan ditempa di Jogja," ujar Jokowi di lokasi.
 
Jokowi masih tahu sejumlah lokasi yang ada di berbagai wilayah di Yogyakarta. Jokowi mengatakan sudah pernah mengunjungi sejumlah lokasi di Yogyakarta. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada yang tanya kepada saya Sagan, saya tahu. Kalau ada yang tanya Jalan Kaliurang, saya juga tahu. Pogung, saya tahu. Nonton Sekaten? Saya sering. Sekali lagi Jogja tempat saya dididik dan saya ditempa," jelas Jokowi. 
 
Jokowi menyitir adanya fitnah dan kabar bohong yang hendak memecah belah negara. Ia menyebutkan salah satu fitnah itu yakni jika Jokowi menang (Pilpres 2019) pendidikan agama akan dihapus. Selain itu, lanjutnya, fitnah soal apabila Jokowi menang azan akan dilarang. 
 
"Itu kabar bohong, itu fitnah, itu hoaks. Hati-hati. Ini cara-cara berpolitik tak beretika dan tak bertata kerama," ujarnya. 
 
Ia menegaskan, landscape politik global saat sudah berubah. Baik dari ekonomi hingga sosial juga berubah. Jokowi mengajak para pendukungnya waspada hingga 24 hari ke depan. Dalam masa menjelang pemilu 17 April 2019, Jokowi mengajak pendukungnya melawan hoaks. 
 
"Negara ini negara besar, kapal besar, tantangan dan rintangannya besar. Saya mengajak untuk bersatu rukun membangun bersama negara ini. Kita harus menyadari negara ini diberikan Tuhan berbeda-beda. Berbeda suku, agama, adat, tradisi," katanya. 
 
"Jangan sampai karena urusan politik, Pilgub, pilwalkot, pilpres, kita tidak seperti saudara. Jangan seperti itu," pungkas Jokowi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif