Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang merusak pintu gerbang di Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat 14 September 2018, Medcom.id - Budi Arista
Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang merusak pintu gerbang di Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat 14 September 2018, Medcom.id - Budi Arista (Budi Arista Romadhoni)

Unjuk Rasa Ricuh, Pagar Kantor Gubernur Jateng Rusak

unjuk rasa
Budi Arista Romadhoni • 14 September 2018 12:20
Semarang: Unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, ricuh. Akibatnya, pagar di komplek Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan rusak.
 
Slamet, petugas Satpol PP Provinsi Jateng, mengatakan aksi tak terkontrol. Peserta aksi merusak fasilitas komplek kantor.
 
"Ini kita sebenarnya sebagai keamanan cuma mefasilitasi untuk berunjuk rasa saja. Namun tindakan mereka sudah mengarah anarkis, yaitu merusak pintu-pintu gerbang," ujar Slamet di Kantor Gubernur Jateng, Jumat, 14 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Slamet mengatakan mendapat instruksi untuk melakukan tindakan tegas. Yaitu, menyemprotkan alat pemadam kebakaran ke arah peserta aksi.
 
Aksi digelar Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo. Abdurrahman Syafrianto, koordinator aksi, mengatakan mereka menuntut pemerintah memperbaiki kondisi nilai Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS. Mengutip Bloomberg, Jumat, 14 September 2018, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.801 per USD.
 
Baca: Rupiah Pagi di Akhir Pekan Melesat ke Rp14.801/USD
 
"Melemahnya nilai rupiah, menjadi tingkat terburuk sejak krisis ekonomi 1998 silam. Kondisi tersebut berbanding dengan janji Presiden Joko Widodo yang akan menaikan ekonomi sebanyak 8 persen," terangnya. 
 
Selain itu mereka menagih janji Presiden Joko Widodo untuk merealisasikan janji kampanyenya sebelum masa jabatan menjadi Presiden RI berakhir. 
 
"Kami menagih janji nasionalisasi aset negara, selamatkan demokrasi, stabilkan ekonomi, apabila tidak segera ditindaklanjuti maka Bapak Jokowi lebih baik mundur dari jabatan Presiden," tandasnya. 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi