Visi Kandidat Legislatif Muda NasDem Jateng

Budi Arista Romadhoni 04 Juli 2018 16:50 WIB
partai nasdempileg
Visi Kandidat Legislatif Muda NasDem Jateng
Kunjungan Bacaleg Partai NasDem , Miranda Vera Yulianti (dua dari kiri), Hans Honsman ( empat dari kiri) dan Pimred Suara Merdeka Gunawan Permadi (tiga dari kiri) di Kantor Redaksi Suara Merdeka, Semarang, Rabu 4 Juli 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Menjelang pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai NasDem mulai mengenalkan diri. Kali ini Bacaleg DPR RI  Miranda Vera Yulianti dan Hans Honsman berkunjung di Kantor Redaksi Suara Merdeka untuk memaparkan visinya jika duduk di Senayan.

Bacaleg Partai NasDem, Miranda Vera Yulianti akan mewakili daerah pemilihan (Dapil) 5 meliputi Klaten, Solo, Sukoharjo, dan Boyolali. Ia mengatakan akan konsen dengan meningkatkan kreativitas anak muda.

"Saya aktif didunia olahraga. Dari taekwondo, sesuai visi misi NasDem ya, yaitu menggerakkan anak muda di Jateng untuk lebih kreatif," kata Miranda di Kantor Redaksi Suara Merdeka, Rabu, 4 Juli 2018.


Kemudian Bacaleg Partai NasDem Hans Honsman akan mewakili Dapil I atau Dapill VI di Jateng. Ia menuturkan akan merangkul dan mewakili anak muda ditingkat DPR RI.

"Saya berkunjung ke sini berkenalan dengan media-media dan masyarakat di Jawa Tengah.  Di Indonesia, peminat film banyak dari Jawa Tengah. Ada beberapa kali film dari Indonesia khususnya dari Jawa Tengah. Menurut saya anak muda di Jateng itu pada kreatif dan suka dengan dunia film. Dunia itu bisa enggak kita rangkul," ujarnya.

Mewakili generasi muda

Pimpinan Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi menuturkan kedua Bacaleg Miranda maupun Hans Honsman dapat mewakili anak muda di Senayan.

"Partai NasDem, saya kira masih harus kerja keras ya untuk pileg nanti. Pengalaman dari Sudirman Said bisa dijadikan acuan ya. Partai tidak terlalu menjadi penentu, tapi tokohnya ya. Nah Mbak Miranda dan Mas Hans ini kan juga dikenal banyak orang," ucapnya.

Gunawan menjeslakan, pemilih anak muda masih menjadi peluang di Jawa Tengah. Namun, lanjut dia, pemilih di Jateng menentukan pemimpinya bukan dari partai tapi berdasarkan figurenya.

"Potensi pemilih anak muda memang menjadi daya tarik. Pengalaman Pak Ganjar kemarin, pemilih anak muda banyak yang lari ya, harus dikaji lagi itu. Faktornya apa kita belum tau ya. Suaranya tidak signifikan, jadi peluang temen-teman NasDem ," katanya.

Menurutnya, Partai NasDem di Jateng ini belum mau tampil all out. Sehingga, Partai NasDem harus kerja keras untuk mendapatkan suara di Jawa Tengah.

"Jawa Tengah ini kan masih merah ya, bisa buat catatan temen-temen. Menurut kami, sosoknya aja ya, karena sekarang figure. Orang Jawa Tengah itu cocok-cocokan sih, tidak melihat disampingnya siapa. Culture-nya yang pokoknya dia ya dia. Beda lagi kalau faktor kiai,  ada NU ada Muhamadiyah," tandasnya.






 



(SUR)