Pemecahan rekor perempuan mengukir terbanyak di Gedung Haji Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu, 27 April 2019.
Pemecahan rekor perempuan mengukir terbanyak di Gedung Haji Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu, 27 April 2019. (Rhobi Shani)

Perempuan di Jepara Pecahkan Rekor Muri Mengukir Bersama

rekor muri penghargaan muri
Rhobi Shani • 27 April 2019 12:56
Jepara: Endarwati duduk di lantai Gedung Haji Jepara, Jawa Tengah, tanpa alas. Tangan kanannya memegang palu kayu berukuran besar. Tangan kirinya memegang pahat. Matanya tajam memandang motif bunga yang digambar di papan kayu di hadapannya.
 
Endarwati merupakan satu dari 507 perempuan peserta pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) perempuan mengukir terbanyak. Dia mulai mengukir sejak lebih dari 20 tahun. Sampai saat ini, dia masih membantu ekonomi keluarga dengan bekerja mengukir.
 
“Kalau sehari-hari mengukir kursi sudut. Ini tadi mengukir motif bunga mekar,” ujar Endarwati, warga Desa Kawak Kecamatan Pakisaji, di sela-sela menyelesaikan ukiran, Sabtu, 27 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 507 Perempuan di Jepara Pecahkan Rekor Muri Mengukir Bersama
 
Ukiran motif bunga mekar berukuran 20 sentimeter persegi mampu diselesaikan Endarwati kurang dari 2 jam. Begitu juga dengan ratusan pengukir perempuan lainnya, tak butuh waktu lama menyelesaikan ukiran itu. Namun, tidak bagi Fianti. Perempuan generasi milenial itu butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan ukiran itu.
 
“Ya, masih belajar. Mengukir itu sayik,” ujar Fianti singkat dengan kedua tangan memegang pahat.
 
Fianti belajar mengukir sebagai betuk ihtiarnya melestarikan seni ukir. Menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang enggan belajar mengukir.
 
“Karena mereka menganggap seni ukir itu apa sih, kuno. Kalau saya ingin mencoba mengkombinasikan seni ukir dengan seni kontemporer,” kata Fianti.
 
Manajer Muri, Ariyani Siregar mengatakan, semula panitia penyelenggara mendaftarkan 250 perempuan mengukir bersama. Setelah diverifikasi ternyata ada 507 perempuan.
 
“Rekor sebelumnya 502 orang, tapi yang mengukir campuran laki-laki dan perempuan,” kata Ariyani usai penyerahan piagam Muri kepada panitia, Sabtu, 27 April 2019.
 
Pemecahan rekor ini berlangsung di Gedung Haji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ratusan perempuan duduk di lantai mengukir motif bunga berukuran 20 sentimeter persegi. Kurang dari dua jam, ukiran motif bunga mampu diselesaikan.
 
Rekor perempuan mengukir terbanyak ini tercatat di Muri yang ke 8.985. Pemecahan rekor Muri perempuan mengukir terbanyak ini didukung Yayasan Dharma Bakti Lestari. Sebelumnya, Lestari Moerdijat sebagai Pembina yayasan juga menggagas penyematan gelar Pahlawan Nasional untuk ratu dari Jepara, yaitu Ratu Kalinyamat.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif