Wisatawan mancanegara berinteraksi dengan mahasiswa arsitektur yang sedang menggambar di kawasan Titik Nol Kilometer, DI Yogyakarta, Kamis (2/11). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
Wisatawan mancanegara berinteraksi dengan mahasiswa arsitektur yang sedang menggambar di kawasan Titik Nol Kilometer, DI Yogyakarta, Kamis (2/11). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah. (Ahmad Mustaqim)

Jalur Wisata di Yogyakarta Diatur Ketat saat Libur Lebaran

libur panjang
Ahmad Mustaqim • 15 Mei 2019 15:13
Yogyakarta: Aparat kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyiapkan penjagaan ketat di jalur wisata yang rawan kecelakaan. Khusus jalur rawan, kendaraan besar, seperti bus, akan dilarang melintas.
 
Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Tri Julianto Djati Utomo mengatakan jika pihaknya telah merencanakan pelarangan kendaraan ukuran besar melintasi jalur berbahaya, seperti jalur Cinomati dari Bantul menuju Gunungkidul. Jalur ini acap kali menimbulkan korban.
 
"Yang kita larang bus, karena sangat rawan. Lalu, ada jalur di (Kecanatan) Dlingo bahaya karena jalan kecil, jadi bus gak boleh melintas. Ada (obyek wisata) Tebing Breksi juga akan disediakan shuttle bus," kata Djati saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 15 Mei 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djati menjelaskan obyek wisata di Gunungkidul ditaksir masih menarik minat wisatawan saat musim liburan. Kepolisian akan memberlakukan satu jalur untuk tujuan masuk lokasi obyek wisata di sepanjang pantai di sana. Wisatawan bisa keluar lewat jalur timur.
 
Sementara obyek wisata di Kulon Progo yang memiliki jalur rawan yakni di Waduk Sermo. Djati mengatakan Dinas Perhubungan sudah melakukan pengecekan kelayakan mobil jip pengangkut wisatawan. 
 
"Operasi lilin kemarin juga dilakukan ramcek. Penempatan bus wisata yang akan naik tidak dibolehkan. Kami terus koordinasi soal pengawasannya," jelas Djati.
 
Untuk memastikan pengawasan berjalan, kepolisian menyiapkan pendirian pos pengamanan (Pospam) di sejumlah titik jalur wisatawan, seperti di Patuk (Gunungkidul), Dlingo (Bantul), Parangtritis (Bantul), serta di kawasan Malioboro (Kota Yogyakarta). Petugas di Pospam tersebut dan diberikan tugas mengurai kepadatan wisatawan. 
 
"Kami akan siapkan rambu-rambu petunjuk bagi wisatawan. Seperti di Kota (Yogyakarta) disiapkan seba hal 100 rambu-rambu. Wilayah yang lain dikoordinasikan," beber Djati
 
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono menambahkan jika lembaganya sudah melakukan rapat koordinasi lintas sektor dengan sejumlah instansi, seperti kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan puskesmas, serta SAR Gunungkidul. Koordinasi itu membahas pelayanan terhadap wisatawan agar bisa berlibur dengan lancar dan pulang dengan selamat. 
 
"Hadirnya aparatur yang kami sebutkan di sana untuk memberikan bantuan saat wisatawan datang. Misalnya, Dishub soal lalu lintas, SAR soal informasi daerah rawan yang harus dijauhi wisatawan, lalu Puskesmas soal pelayanan kesehatan," kata Hary.
 
Hary memperkirakan wisatawan masih akan dominan tertuju berwisata ke kawasan pantai. Meski demikian, libur lebaran tahun ini hanya terjadi kurang satu minggu. Namun, pihaknya sudah menarget jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 172.540. 
 
"Kami anjurkan wisatawan mematuhi papan petunjuk yang disiapkan pemerintah dan polisi. Ini sudah disiapkan," pungkas Hary.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif