Dari bawah jembatan terdengar rangungan mobil-mobil off-road. Tumpukan sampah berpa batang kayu dan bambu nampak menggunung tepat di bawah jembatan.
Secara bergantian, mobil menarik sampah dari sungai dengan tali pengaman yang terpasang. Beberapa relawan tampak sibuk mengaitkan tali pengaman dengan sampah yang tersangkut di tiang-tiang penyangga jembatan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Koordinator aksi bersih sungai Joko Susilo menyampaikan, aksi bersih sungai ini dilakukan ratusan anggota Indonesia Offroad Federation (IOF) Jepara beserta relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, dan masyrakat. Aksi ini dilakukan atas keprihatinan melihat kondisi sungai Kalianyar yang dipenuhi sampah.
“Mobil ada banyak, tapi tidak semuanya kami terjunkan turun ke sungai karena tidak semua mobil ada sling-nya,” ujar Joko Susilo yang biasa disapa Jastro, Minggu, 30 Desember 2018.

Bersih-bersih Sungai Kalianyar, Jepara, Jawa Tengah. Foto: istimewa
Dibersihkan manual tanpa alat berat
Sedikit demi sedikit sampah batang kayu dan bambu yang tersangkut di tiang penyangga jembatan mulai ditarik dan ditumpuk di tepi sungai. Tidak ada alat berat yang diterjukan untuk membersihkan tumpukan sampah di tengah sungai.
Guna memudahkan penarikan sampah, BPBD Kabupaten Jepara menerjunkan dua perahu karet. “Kami bersihkan secara manual. Terus ditarik dengan mobil menggunakan sling,” kata Jastro di sela-sela kegiatan bersih sungai.
Tak hanya sampah bambu dan batang kayu, Jastro melanjutkan, tanaman eceng gondok yang banyak tumbuh di sungai juga dibersihkan. Lumpur yang mengendap juga diupayakan untuk dapat diangkat. Sebab, endapan itu membuat aliran sungai sedalam lebih dari dua meter itu jadi terhambat.
"Baru setengah hari ini sudah dapat sampah banyak. Nanti sampah-sampah yang bisa dibakar ya, akan dibakar. Kalau yang basah dan tidak bisa dibakar nanti dibuang ke TPA,” papar Jastro.
Relawan BPBD Kabupaten Jepara Ahmad Yusuf menyebut Sungai Kalianyar memiliki lebar sekitar 50 meter. Tumpukan sampah dan endapan lumpur di bawah jembatan membuat aliran air sungai menjadi sempit.
“Kalau pas di endapan air yang dari atas ya, tidak bisa mengalir. Padahal kedalaman sungai bisa mencapai setinggi orang dewasa,” ungkap Yusuf.
Banjir besar pernah melanda Kecamatan Welahan pada tahun 2014. Salahsatu penyebabnya adalah, meluapnya sungai Kalianyar. Akibat banjir, jalur utama Jepara – Semarang terputus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
