Diskusi buku berjudul 'Dua Menyemai Damai, Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan NU dalam Perdamaian dan Demokrasi' di Kampus Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis, 17 Januari 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Diskusi buku berjudul 'Dua Menyemai Damai, Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan NU dalam Perdamaian dan Demokrasi' di Kampus Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis, 17 Januari 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Peneliti Asal AS Ajukan Muhammadiyah dan NU Dihadiahi Nobel

nahdlatul ulama muhammadiyah
Ahmad Mustaqim • 17 Januari 2019 19:12
Yogyakarta: Antropolog Universitas Boston Amerika Serikat, Profesor Robert W Hefner mengusulkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dihadiahi nobel perdamaian. Ia mengaku telah melangkapi berkas pengajuan tersebut.
 
"(Berkas) saya ajukan sekitar 4 Januari kemarin. Sudah diterima dan dibalas," kata Robert saat ditemui di Kampus Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis, 17 Januari 2019.
 
Robert sudah lama meneliti islam di Indonesia. Menurut Robert, Muhammadiyah dan NU memiliki peran signifikan dan menjadi model kebangsaan di negara demokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira perhatian terhadap hadiah nobel terhadap NU dan Mahammadiyah itu diskusinya sudah besar dan sangat umum. Jadi sudah mulai dibicarakan dan itu sendiri sangat signifikan tetapi selalu ada faktor-faktor lain," jelas Robert.
 
Ia mengatakan tak tahu pasti apa saja kriteria penilaian untuk calon peraih nobel. Apakah mengutamakan tantangan disamping tantangan moril politik yang mencerminkan krisis global.
 
"Jadi pertanyaan saya adalah apakah mungkin mereka cenderung memberikan nobel kepada sebuah institisi atau organisasi yang berperan di sebuah daerah yang lebih mengalami krisis? Sebagai contoh seperti gerakan-gerakan di Rohingnya," beber Robert.
 
Direktur Institute on Culture, Religion, and Wolrd Affairs (CURA) Universitas Boston AS ini mengataan banyak hal tak bisa dibantah perihal sudah ada diskusi yang cukup umum, cukup intens, dan sangat mengesankan mengenai dua organisasi itu.
 
Menurut dia, peberian hadian nobel bisa menjadi symbol pegakuan terhadap peranan Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi muslim dengan massa yang besar.
 
"Kita lihat nanti. Banyak pertimbangan. (Pengajuan hadiah nobel) untuk akhir tahun ini kalau tidkak salah. Tapi siapa tahu karena banyak pertimbangan bisa tahun ini atau tahun depan. Lagi dibicarakan," pungkas Robert.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi