Keraton Solo Kehilangan Sosok 'Penjaga' Budaya Jawa

Pythag Kurniati 12 Juni 2018 19:54 WIB
obituari
Keraton Solo Kehilangan Sosok 'Penjaga' Budaya Jawa
Winarnokusumo, budayawan Jawa, tutup usia pada Senin malam, 11 Juni 2018, Medcom.id - Pythag Kurniati
Solo: 'Kalau bukan kita yang nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa, lantas siapa lagi?' Pernyataan dari budayawan Keraton Surakarta KPA Winarnokusumo itu masih terngiang-ngiang di benak penulis. Pernyataan itu kerap ia sampaikan saat berkumpul bersama anak-anak muda.

Warga Surakarta, Jawa Tengah, berduka. Pak Win, demikian ia biasa disapa, tutup usia pada Senin malam, 11 Juni 2018, setelah mengalami serangan jantung. Keluarga sempat membawa pria berusia 69 tahun itu ke Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret tapi takdir berkata lain. Pak Win wafat.

Putri Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari atau Gusti Moeng, mengaku terpukul dengan kabar kematian Pak Win. Bagi Kasunanan, Pak Win membawa pengaruh penting.


"Beliau adalah guru yang mengajar kebudayaan Jawa. Pengajaran itu bersumber langsung dari keraton. Tujuannya menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa," kata Gusti Moeng saat mendatangi rumah duka di Jalan Slamet Riyadi Nomor 21 Kartasura, Sukoharjo, Selasa, 12 Juni 2018.

Adik dari Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII itu menilai Win sebagai penyebar ilmu. Rasa cinta dan dedikasinya itu mendorong Pak Win melestarikan budaya Jawa hingga akhir hayat.

"Jadi, beliau sudah seperti Bapak. Keraton sangat kehilangan sosok beliau," ujar Gusti Moeng.

Itu pula alasan Kasunanan menunjuk Pak Win sebagai Wakil Pengageng Sasana Wilapa. Pak Win berperan mengurusi kesekretariatan, juga penghubung antara masyarakat dengan keraton.

Tak hanya itu, Win juga mengajarkan budaya Jawa di luar keraton. Ia mengajar pelajaran bahasa Jawa di SMAN 2 Surakarta.

Pria kelahiran 11 Februari 1949 itu juga menuangkan pemikirannya dalam laman kanjengwin.com. Dalam tulisan terakhirnya pada April 2017, Pak Win menulis: Manusia dalam kehidupan sehari hari harus melaksanakan interaksi sosial. Manusia harus tetap menyelaraskan hubungan baik vertikal maupun horisontal.

Pak Win kerap menjadi rujukan pengetahuan terkait falsafah Jawa, tata upacara adat, hingga sejarah keraton. Sewaktu Presiden Joko Widodo menikahkan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, pada Juni 2017, Pak Win mengambil peran. Ia menjelaskan makna penting tradisi pernikahan yang menggunakan adat Jawa itu kepada beberapa media, termasuk Medcom.id.

Salah satu prosesi yaitu paningset atau simbol pengikat. "Makna Paningset itu penting. Paningset berarti sudah dilamar," kata Win saat itu.

Baca: Kenapa Paningset Penting? Ini Kata Budayawan

Win meninggalkan istri, dua anak, dan dua cucu. Almarhum dikebumikan di Astana Padmonegaran, Pengging, Banyudono, Boyolali pada Selasa, 12 Juni 2019. Ribuan pelayat mengantarkannya hingga ke peristirahatan terakhir. 

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id