Buruh angkut memindahkan pupuk urea. Foto: Antara/Adeng Bustomi
Buruh angkut memindahkan pupuk urea. Foto: Antara/Adeng Bustomi (Mustholih)

Pupuk Subsidi Bagi Petani Jateng tak Lagi Terbatas Kuota

pupuk subsidi
Mustholih • 06 April 2018 16:53
Semarang: Kementerian Pertanian memberi izin ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan distribusi pupuk bersubsidi 100 persen sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Petani Jawa Tengah kini bisa mendapatkan pupuk bersubsidi tanpa batasan kuota.
 
"Distribusi pupuk bersubdisi bukan lagi alokasi, tapi sesuai RDKK," kata Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Jateng, Peni Rahayu, Semarang, Jumat, 6 April 2018.
 
Menurut Rahayu, kebijakan distribusi berbasis RDKK berlaku efektif Per 5 April 2018. Petani dapat memanfaatkan Kartu Tani untuk memenuhi kebutuhan pupuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Silakan yang sudah punya kartu dicek lagi," ujar Rahayu menegaskan.
 
Stok mencukupi
 
Rahayu menggaransi stok pupuk di tingkat pengecer cukup untuk memenuhi kebutuhan petani Jateng selama satu tahun. Apabila petani tak tercukupi, Pemerintah akan melakukan penambahan stok pupuk pada Juni 2018.
 
Petani yang sudah punya Kartu Tani, bisa membeli pupuk dengan uang tunai dan bakal mendapatkan pupuk 100 persen sesuai RDKK. Bagi petani yang belum punya kartu tani, namun sudah masuk kelompok tani dan memiliki data RDKK, bisa membeli pupuk bersubsidi dengan hanya menunjukkan KTP.
 
"Tanpa masuk kelompok, petani tak bisa mengusulkan RDKK dan otomatis tak bisa membeli pupuk bersubsidi," terang Rahayu.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Yuni Astuti berujar pupuk belakangan terkesan susah diperoleh petani. Pemerintah Pusat hanya mengalokasikan pupuk urea sebesar 92,8 persen dari kebutuhan RDKK. Begitu juga dengan jenis SP-36 sebesar 48,48 persen dari RDKK, ZA 69,52 persen RDKK, NPK 48,51 dari RDKK dan organik (24,66 persen).
 
"Kita bilang ke Dirjen minta untuk Jateng dapat 100 persen RDKK. 2 April dijawab, 'boleh',” katanya.
 
Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah siap memastikan stok pupuk di pengecer mencukupi. Yuni akan membuat sistem manajemen kontrol dan pengawasan pupuk subsidi.
 
"Begitu ada kekurangan, pengecer segera melapor untuk mendapatkan tambahan dari pabrikan," ungkap Yuni.
 
Hanya satu-satunya
 
Gubernur Jawa Tengah yang sedang cuti di luar tanggungan negara, Ganjar Pranowo, menyatakan Jateng menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang diperbolehkan memberi jatah pupuk kepada petani 100 persen sesuai RDKK. Sebab, pelaksanaan kartu tani di Jateng sudah menyeluruh.
 
"Saat ini dari 2,5 juta petani yang terdata, 86 persen diantaranya, atau sekitar 2,2 juta sudah mendapat kartu tani," tegas Ganjar.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif