Petani Tembakau di Temanggung Tolak Hujan Buatan

Budi Arista Romadhoni 13 September 2018 16:37 WIB
musim kemarau
Petani Tembakau di Temanggung Tolak Hujan Buatan
Petani memanen daun tembakau di persawahan desa Mento, Candiroto, di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (16/8). ANTARA FOTO/Anis Efizudin.
Temanggung: Upaya memadamkan api di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dengan membuat hujan buatan tidak berjalan mulus. Para petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menolak usulan tersebut.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah Wisnu Brata mengatakan, ada 16 ribu hektare lahan tembakau di sindoro dan sumbing yang siap dipanen dalam waktu dekat.

"Kalau hujan buatan jadi dilakukan, maka petani tembakau akan mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah akibat menurunnya kualitas panen tembakau," kata Wisnu saat dihubungi, Kamis, 13 September 2018.


Wisnu menjelaskan, dengan cuaca yang panas, kualitas tembakau akan lebih baik. Ditambah lagi, para petani tembakau di Kabupaten Temanggung akan memasuki masa panen pada akhir bulan Oktober 2018.

Menurutnya pemadaman kebakaran di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sebaiknya menggunakan metode water bombing karena air bisa langsung disiramkan ke titik-titik api, dan tidak menyebar dilahan tembakau.

"Kalau hujan buatan dengan angin yang berhembus kencang seperti sekarang, dikhawatirkan airnya justru kemana-mana dan mengenai tanaman tembakau yang mau dipanen," tandas Wisnu.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id