Popok dan Obat Didistribusikan ke Korban Banjir di Brebes
Bupati Brebes menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir, Kamis, 15 Februari 2018, Medcom.id - Kuntoro Tayubi
Brebes: Banjir masih merendam beberapa lokasi di Brebes, Jawa Tengah. Bupati Brebes Idza Priyanti meninjau lokasi banjir dan memastikan distribusi bantuan makanan serta obat-obatan untuk warga korban banjir.

Banjir melanda sejak Minggu malam, 11 Februari 2018. Ratusan warga masih bertahan di pengungsian. Puluhan bayi dan balita juga mengungsi.

"Amankan barang berharga. Selamatkan diri ke tempat lebih aman bila kondisi tak memungkinkan," kata Bupati saat mendatangi warga di Perumahan Taman Indo, Brebes.


Bupati juga membagikan bantuan berupa mi instan dan obat-obatan. Selain itu, Bupati juga memberikan bantuan popok bayi dan obat-obatan.

Di tempat lain, Suratmi, warga Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, mengaku membutuhkan bantuan. Ia dan beberapa warga masih bertahan di rumah masing-masing.

"Kami membutuhkan bantuan. Yang penting obat-obatan. Warga di sini mulai terserang penyakit," ujar Suratmi.

Desa Lengkong terendam banjir hingga ketinggian 60 centimeter. Suratmi mengaku enggan mengungsi lantaran lokasi pos pengungsian jauh dan banyak barang berharga dirumahnya. 

Umar Utoyo, dokter relawan untuk korban banjir di Brebes, mengatakan tak mudah menembus medan di beberapa titik banjir. Seperti di Desa Lengkong berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pos pengungsian. Jalan menuju Desa Lengkong terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih 60 centimeter.

Penyakit menyerang warga korban banjir, anak-anak maupun dewasa. Banyak korban yang mengeluhkan pegal, gatal-gatal, dan batuk.

“Warga banyak terkena penyakit ini lantaran mereka terlalu sering terkena air banjir. Apalagi air luapan sungai ini cukup kotor sehingga bisa menyebabkan gatal gatal," kata Umar. 

Hingga berita ini dimuat, banjir masih merendam 15 desa di Brebes.

Desa yang mengalami banjir di antaranya Desa Wangandalem, Pemaron, Terlangu, Kalipucang, Kalimati, Lembarawa, dan Padasugih, Kecamatan Brebes. Kemudian Desa Glonggong,  Jagalempeni dan Wanasari, Kecamatan Wanasari. Sedangkan di Kecamatan Ketanggungan banjir menggenangi Desa Buara, Ketanggungan, Dukuh Tengah, Cikeusal Lor, dan Sindangjaya.

Saat ini ada ratusan warga yang masih mengungsi di tiga tempat pengungsian yang disediahkan. Selain GOR, para korban banjir juga menempati posko pengungsian lainnya. Di antaranya di Gudang Bawang Desa Pemaron, serta Masjid Jami al Farkhan, Desa Krasak, Kecamatan Brebes.

Ketinggian permukaan banjir bervariasi mulai dari 20 cm hingga cm 100 cm. Banjir paling parah terjadi di Desa Kalipucang dengan air setinggi 100 sentimeter. Sebanyak 300 rumah terendam. Banjir terjadi lantaran meluapnya sungai Kaligangsa.



(RRN)