Bahkan, beberapa warga nekat mengadang truk pengangkut tanah yang hendak masuk ke proyek tol. Aksi massa itu untuk menuntut dibuatkan akses jalan penghubung antarkampung yang melewati jalan Tol Semarang-Batang.
Munandar, seorang warga, mengatakan pembangunan Tol Semarang-Batang membuat akses yang menghubungkan tiga dusun menjadi hilang. "Padahal jalan tersebut menghubungkan warga yang hendak pergi sekolah, ke masjid, dan pemakaman umum. Kalau harus memutar, jauh. Bisa sampai 15 menit," kata warga Sambongsari ini.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Perwakilan warga kemudian mengadakan pertemuan di balai desa untuk mencari solusi. "Pihak pelaksana merespon dengan janji membuat jalan untuk warga," kata Camat Weleri Marwoto usai pertemuan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk surat perjanjian yang ditandatangi seluruh pihak.
Saat ini, jalan Tol Batang-Semarang yang melintasi Desa Sambongsari sedang dalam tahap pengurukan tanah. Namun masih ada warga yang belum menerima ganti rugi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
