"Antara PT PP (Pembangunan Perumahan) dan AP (Angkasa Pura) tiap pekan harus bertemu. Ada masalah atau tak ada masalah (dalam proyek pembangunan NYIA) harus bertemu," kata Direktur Teknik PT Angkasa Pura, Lukman F Laisa di kantor Proyek Pembangunan NYIA Kulon Progo, Selasa, 8 Januari 2019.
Dalam sebuah video presentasi yang disampaikan, jumlah pekerja yang semula sekitar 3 ribu sudah menjadi 5800 pekerja. Setidaknya, ada sebanyak 14 crane yang digunakan untuk menunjang pembangunan bandara tersebut.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Selain itu, sejumlah bagian gedung penunjang di area tersebut, mulai gedung administrasi PT Angkasa Pura yang berdekatan dengan gedung AirNav, gedung Crisis Centre, hingga terminal sudah mulai berdiri.
Sementara itu, gedung terminal diperkirakan berada di atas luas lahan total seluas 210.000 meter persegi. Jauh lebih luas dibanding Bandara Adisutjipto yang hanya seluas 17.136 meter persegi.
"Harapannya ini akan sekaligus menyelesaikan masalah di Cengkareng (Bandara Internasional Soekarno-Hatta) dan (Bandara) Ngurah Rai (Bali)," ujarnya.
Lukman masih yakin NYIA bisa membuka operasional penerbangan internasional perdana pada April 2019. Untuk memenuhi target itu, pihaknya akan segera menyelesaikan landasan.
Lukman menambahkan, gedung-gedung di bandara tersebut dirancang bisa menahan gempa bumi dengan kekuatan hingga 8,8 skala richter. Di samping itu, landasan pacu dibikin pada ketinggian bidang empat meter di atas permukaan laut dan ada jarak sekitar 1 kilometer antara landasan dengan terminal. Menurut dia, ini untuk mengantisipasi jika terjadi bencana tsunami.
"Garuda Indonesia siap (melakukan penerbangan setelah dibuka). Beberapa maskapai penerbangan internasional sudah siap juga," ungkap Lukman.
Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura (AP) I, Taochid Purnama Hadi menambahkan, landasan pacu bandara NYIA akan berukuran panjang 3.250 meter dan lebar 45 meter. Kegiatan pengaspalan landasan pacu akan dimulai bulan depan.
"Untuk pengaspalan, tadi telah disampaikan bisa sampai 4 ribu ton sehari. Artinya, (pengaspalan) bisa sampai 5-6 kilometer sehari. Februari targetnya mulai ngaspal. Maret bisa menggerakkan lighting (perlengkapannya)," ungkap Taochid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
