OJK: Waspadai Investasi Bodong dengan Mengenali Cirinya

Kuntoro Tayubi 05 November 2018 12:01 WIB
investasi bodong
OJK: Waspadai Investasi Bodong dengan Mengenali Cirinya
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal, di Jalan Jend. Sudirman, Kota Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Tegal: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai investasi bodong dengan menawarkan bunga yang tinggi. Selama kondisi masyarakatnya masih berpola hidup konsumtif, investasi ilegal akan selalu ada.

Kepala OJK Tegal Ludi Aliyanto mengatakan masyarakat dengan pola hidup konsumtif cenderung tertarik dengan investasi yang terlihat menjanjikan. Padahal sebenarnya ujung-ujungnya penipuan. Investasi yang ditawarkan biasanya dengan keuntungan menggiurkan dengan risiko rendah.

“Saya minta masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan jika mencurigai ada lembaga keuangan yang melakukan praktik-praktik investasi yang tidak menurut aturan yang berlaku. Kalau sudah ada laporan yang jelas nanti kami akan turun lapangan untuk mengeceknya,” katanya kepada Medcom.id, Senin, 5 Nopember 2018.


Ludi menyarankan kalau hendak berinvestasi hendaknya berkomunikasi dengan OJK melalui call center 157, nanti akan dilakukan pengecekan badan hukumnya. Saat ini kata Ludi, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi. Satgas tersebut dibentuk untuk mencegah adanya investasi ilegal.

Agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi bodong, Ludi meminta masyarakat memahami ciri ciri investasi bodong. Tidak ada investasi yang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan dengan resiko yang rendah.

“Ketika masyarakat hendak berinvestasi, investasikan pada tempat tempat yang legal. Jika ada investasi yang menarik tapi gak jelas, konfirmasi ke OJK agar OJK bisa mengecek,” tutur Ludi.

Banyak masyarakat terjebak pada investasi illegal berawal dari informasi tetangga atau saudara. Ketika ditanya dari mana informasi tersebut tidak jelas. Namun masyarakat percaya saja.

Untuk mengedukasi masyarakat OJK Tegal sudah melakukan sosialisasi ke beberapa kelompok masyarakat. Ia menjelaskan, masyarakat harus benar benar melindungi asetnya (uangnya) dengan cara memahami dimana mereka menempatkan asetnya.

Caption: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal, di Jalan Jend. Sudirman, Kota Tegal, Jawa Tengah.  (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id