Daerah Rawan Banjir di Semarang Berkurang
ilustrasi Medcom.id
Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, mengklaim daerah rawan banjir dan rob di wilayahnya berkurang signifikan. Kota Semarang yang sejak 2011 sebanyak 41,02 persen wilayahnya menjadi langganan banjir dan rob, pada 2017 berkurang menjadi 21,4 persen.

"Sejak 2013 kami berusaha keras untuk menangani permasalahan banjir. Di wilayah Kota Semarang bagian tengah, salah satu buktinya adalah kawasan Kota Lama Semarang yang kini sudah tidak lagi menjadi langganan rob dan banjir," kata Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018.

Hendrar berujar penanganan rob dan banjir di Kota Semarang masih terus berjalan. Setelah banjir dan rob bisa teratasi di wilayah Semarang Tengah, Pemkot Semarang menggeser perhatian ke daerah Semarang Timur. 


"Hari ini mulai merevitalisasi lima sungai yang ada di sana, juga termasuk revitalisasi Banjir Kanal Timur, dan pembangunan tanggul laut yang akan segera berjalan," tegas Hendrar Prihadi.

Menurut Hendrar penanganan banjir dan rob di Kota Semarang bakal berjalan sistematis. Hendrar akan bergeser menangani masalah banjir di Mangkang begitu revitalisasi sungai berhasil mengatasi banjir dan rob di Semarang Timur. 

"Sehingga melihat sejumlah progres yang berjalan, saya rasa tahun depan kita tidak perlu bersiap-siap membeli pelampung karena khawatir Semarang akan tenggelam," ungkap Hendrar.

Hendrar menyatakan demikian karena Kota Semarang pernah diperkirakan bakal mulai tenggelam pada 2019. Sebab, penurunan muka tanah di Kota Semarang terjadi cukup signifikan sehingga menjadi langganan banjir dan rob.

Namun, Hendrar berjanji Kota Semarang bakal bebas banjir dan rob sebelum masa jabatannya sebagai Wali Kota berakhir. 

"Kami optimistis jika wilayah rawan banjir di Kota Semarang dapat kita tuntaskan menjadi 0 persen sebelum periode saya ini selesai di 2021," tegas Hendrar. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id