47 Desa di Kudus Berpotensi Banjir
ilustrasi Medcom.id
Kudus: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, memetakan, sebanyak 16 desa di Kecamatan Undaan berpotensi banjir. Tiga desa yang paling rawan yaitu Desa Karangrowo, Ngemplak, Wonosoco. Selain itu, banjir juga berpotensi terjadi di Kecamatan Mejobo, Jekulo, Kaliwungu, dan Jati.

Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan, melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Atok Darmobroto menyampaikan, di Kecamatan Kaliwungu terdapat lima desa yang berisiko banjir. Kemudian di Kecamatan Jati terdapat tujuh desa yang berisiko banjir. Sementara, di Kecamatan Bae terdapat satu desa, yaitu Desa Ngembalrejo.

“Kalau di Kecamatan Jekulo ada enam desa, Kecamatan Mejobo ada 10 desa, dan di Kecamatan Kota ada dua desa yang berpotensi banjir. Yaitu Desa Sunggingan dan Singocandi,” ujar Atok, Kamis, 15 November 2018.


Selain bencana banjir, ancaman tanah longsor juga mengintai sejumlah wilayah di Kota Kretek pada musim hujan. Data yang dihimpun BPBD Kudus, desa rawan longsor yaitu yang berada di Kecamatan Gebog dan Dawe.

Atok menguraikan, desa di Kecamatan Gebig yang rawan longsor yaitu, Desa Menawan, Rahtawu, Kedungsari, dan Jurang. Sedangkan desa di Kecamatan Dawe yang rawan longsor, adalah Desa Soco, Ternadi, Japan, Colo, Kuwukan, Puyoh, Dukuhwaringin, Cranggang dan Kajar.

“Beberapa wilayah lain yang juga berpotensi longsor yaitu di Desa Tanjungrejo, Terban, dan Gondoharum Kecanatan Jekulo. Sedangkan di Kecamatan Undaan hanya di Desa Wonosoco,” kata Atok.

Hujan mulai mengguyur Kabupaten Kudus sejak beberapa hari terakhir. Puncak musim hujan diperkirakan dimulai pada pertengahan bulan ini.  

Sementara Bupati Kudus, Muhammad Tamzil, meminta kepada seluruh camat yang berada di daerah rawan terkena bencana agar membuat peta daerah rawan bencana.  Dalam peta yang dibuat, Tamzil meminta untuk dilengkapi data rinci berkait lokasi, kemungkinan warga yang terdampak, lokasi-lokasi strategis sebagai tempat pengungsian.

“Kami perintahkan camat membuat peta rawan bencana. Camat harus menguasi hal itu. Termasuk juga persiapan logistik dan pendistribusiannya nanti mau bagaimana,” ungkap Tamzil.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id