Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan bernama Rusdiyanto, Rabu, 15 Agustus 2018. Medcom,id/ Ahmad Mustaqim.
Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan bernama Rusdiyanto, Rabu, 15 Agustus 2018. Medcom,id/ Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Polisi Tangkap Anggota KPK Gadungan yang Peras Peternak di Bantul

pemerasan
Ahmad Mustaqim • 15 Agustus 2018 13:10
Bantul: Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan bernama Rusdiyanto. Lelaki asal Kulon Progo ini melakukan penipuan ke sejumlah kelompok ternak di Kabupaten Bantul.
 
Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan mengatakan, penangkapan Rusdiyanto berawal dari laporan warga Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, yang telah ditipu anggota KPK gadungan tersebut. Lelaki berusia 40 tahun itu pernah mendatangi kelompok ternak di Kecamatan Sedayu dan meminta uang pada akhir Juni 2018.
 
"Tersangka ini datang dengan temannya, melihat ternak sapinya tinggal 44 ekor dengan dalih ada yang mati dan dijual. Kemudian minta uang agar kasus itu tidak diusut," kata Sahat di Polres Bantul, Yogyakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sahat menjelaskan, pelaku mendatangi kelompok ternak karena mengetahui adanya bantuan dana hibah pemerintah sebesar Rp500 juta dan kemudian dibelikan sapi sebanyak 68 ekor.
 
Dari ancaman Rusdiyanto, lanjut Sahat, kelompok tani tersebut sempat ketakutan. Kemudian mereka memutuskan untuk memenuhi permintaan Rusdiyanto agar memberi penutup. 
 
"Mau dikasih Rp1 juta tak mau. Katanya harus Rp36 juta sebagai ganti kerugian negara," jelas Sahat. 
 
Selepas di Sedayu pada, Rusdiyanto beroperasi di wilayah Kecamatan Bambanglipuro dan meminta uang Rp30 juta. Kali ini, upaya penipuan Rusdiyanto tak berhasil. Warga bersama kepolisian setempat menangkapnya pada 14 Agustus 2018.
 
"Di Bambanglipuro ini warga sudah curiga lebih dulu. Kemudian ditangkap dan diamankan di Polsek Bambanglipuro," ungkap Sahat. 
 
Saat beroperasi, Rusdiyanto menggunakan tanda pengenal dan kartu identitas bergambar KPK. Ia juga mengaku kepada korbannya kalau dirinya berkantor di KPK yang memiliki kantor di Kecamatan Sedayu.
 
Dari penangkapan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kartu identitas berlogo KPK, SK pengangkatan, tanda terima bukti kuitansi Rp36 juta, serta sejumlah kartu identitas.
 
Polisi menjerat Rusdiyanto dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. "Kami masih selidiki motifnya. Jika ada masyarakat yang jadi korban bisa melapor ke Polres Bantul," pungkas Sahat.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif