Bangsawan Malaysia Sumbang 22 Hewan Kurban di Jateng
(Kiri ke kanan) Pengelola Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia di Indonesia, Raja Mohamad Amin, Putra pemilik Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia, Mohamad Sahrulnizam Bin Mat Rashid (kiri ke kanan), dan dan Gubernur Jawa T
Semarang: Keluarga Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia menyumbangkan 22 ekor sapi kurban di Jawa Tengah. Empat ekor sapi diserahkan kepada Gubernur Ganjar Pranowo dan 18 ekor lainnya diserahkan kepada masyarakat Kadilangu, Kabupaten Demak. 

Kabupaten demak dipilih lantaran terdapat kerabat kerajaan yang masih mereka telusuri. Selain bantuan langsung, di lokasi tersebut juga didirikan yayasan sosial pada tahun 2018 ini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Putra Pemilik Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia, Yang Mulia Datu (YMD) Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab, Mohamad Sahrulnizam Bin Mat Rashid mengatakan, selain di Jawa Tengah, sumbangan ini juga diberikan di beberapa daerah di Indonesia seperti di Goa, Tidore, dan Aceh. 


"Kita ke Indonesia ini menjalin silaturahmi, disamping akan menyumbangkan apa yang ada di Malaysia, kita juga menjajaki keturunan kita yang ada di Demak," katanya di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh Semarang, Jumat, 10 Agustus 2018. 

Hewan kurban akan disembelih di pelataran makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak pada 25 Agustus 2018.

Selain penyembelihan hewan kurban, juga akan diadakan acara bagi-bagi hadiah kepada masyarakat setempat, yaitu berupa 20 Sepeda Motor. 

Selain kegiatan sosial, kunjungan tersebut mempunyai tujuan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dibidang pariwisata dan bantuan sosial atau CSR.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, kunjungan tersebut terasa mengejutkan, apalagi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dengan adanya pendirian yayasan santunan anak yatim dan fakir miskin.

"Harapanya hubungan kedua pihak, Kelantan dan jateng, Indonesia dan malaysia terus meningkat. Saya rasa ini baru tahap awal," ungkap Ganjar. 



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id