Kubah Lava Gunung Merapi Kian Membesar
ilustrasi Medcom.id
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat gunung Merapi mengalami dua kali guguran kubah lava. Guguran Kubah lava terjadi pada 22 dan 23 November 2018.  

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso mengatakan guguran pada 22 November mengarah ke barat laut di area kawah. Sehari berselang, guguran terjadi empat kali ke arah sungai Gendol. 

"Jarak luncur guguran maksimal 300 meter. Intensitas (guguran) ini masih kecil dan tidak membahayakan penduduk," kata Agus saat dihubungi pada Minggu, 25 November 2018. 


Agus bilang, kubah lava masih kian membesar hingga saat ini. Volume kubah lava sudah lebih dari 308 ribu meter kubik. Adapun pertumbuhan kubah lava per hari sekitar 2.600 meter kubik. 

"Kami tetap mengimbau warga menghindari beraktivitas tiga kilometer dari puncak (Gunung Merapi). Kami harap warga tak perlu cemas kondisi tersebut. Tetap bisa beraktivitas biasa," kata dia. 

Agus menyatakan terus bersosialisasi dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi. Mereka memberikan informasi terkini Gunung Merapi hingga melakukan mitigasi bencana bersama BPBD, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, serta bersama relawan di lereng Gunung Merapi. 

Pihak BPBD Sleman terlibat dalam memastikan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di lereng Gunung Merapi bisa beroperasi dengan baik. Setidaknya, ada sekitar 20 EWS di kawasan puncak serta kawasan aliran sungai. 

"Kami tetap intensif memantau kondisi dan alat. Kami imbau warga tetap bisa menyaring informasi dengan baik dan tidak terpancing dengan kabar yang tidak valid," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan. 






(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id