Petugas Forpi Kota Yogyakarta menunjukkan fasum di Malioboro, Yogyakarta yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas dalam kondisi rusak. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Petugas Forpi Kota Yogyakarta menunjukkan fasum di Malioboro, Yogyakarta yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas dalam kondisi rusak. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Fasilitas untuk Disabilitas di Malioboro Rusak dan Hilang

fasilitas umum
Ahmad Mustaqim • 14 Februari 2019 16:46
Yogyakarta: Fasilitas umum (Fasum) untuk penyandang disabilitas di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta rusak dan hilang. Beberapa fasum berupa teaktail yang menempel di sepenjang pedestarian Malioboro diduga hilang dicuri pemulung.
 
Forum Pemantauan Independen (Forpi) Kota Yogyakarta memantau kondisi tersebut. Tiga orang anggota Forpi yang memantau di antaranya, Baharudin Kamba (koordinator), dan dua anggota yakni Fakhruddin dan Umi Hidayati. 
 
Koordinator Forpi Kota Yogyakarta, Baharudin Kamba mengatakan ada sebanyak 35 buah teaktail berbahan logam yang rusak dan hilang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fasum yang terpasang ini ternyata sangat rentan copot. Yang sudah hilang kami pantau dari ujung (Malioboro) Utara hingga selatan. Pemasangan tidak terlalu kuat," kata Baharudin saat ditemui di kawasan Malioboro, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Baharudin menjelaskan, fasilitas publik semestinya harus ada perawatan dan pengawasan. Meski pedestarian Malioboro bagian proyek Pemerintah DIY, namun masuk dalam kawasan administratif Pemkot Yogyakarta.
 
"Dalam catatan kami kasus ini bukan yang pertama. Kasus serupa juga terjadi di pedestrian Kotabaru. Kami akan merekomendasikan pembenahan dan perawatan kepada Pemkot (Yogyakarta)," jelas Baharudin. 
 
Supri Wahono, tukang becak di kawasan Malioboro, mengatakan, ada sejumlah teaktail yang telah rusak kemudian hilang. Teaktail yang hilang biasanya diambil pemulung. 
 
"Kalau sudah copot baru diambil pemulung. Mereka (pemulung) mengambil tidak mencongkel, hanya yang sudah copot," ungkap Supri.
 
Kepala UPT Malioboro, Ekwanto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan tersebut. Menurut dia, teaktail yang terlepas biasanya langsung diambil dan dibawa ke kantor UPT. 
 
"Tapi itu kalau menjumpai. Itu kadang-kadang lho," kata Ekwanto.
 
Menurut dia, pengelola berupaya melibatkan komunitas untuk ikut membantu mengawasi dan merawat kawasan pedestarian Malioboro yang memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer. "Sehingga, kalau ada kerusakan bisa terawasi dan ketahuan," pungkas Ekwanto.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi