Sejumlah orang tua murid dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melakukan mediasi terkait kesalahan sistem zonasi, Rabu, 19 Juni 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.
Sejumlah orang tua murid dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melakukan mediasi terkait kesalahan sistem zonasi, Rabu, 19 Juni 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Pengukuran Zonasi PPDB di Yogyakarta Terjadi Kesalahan

PPDB 2019
Ahmad Mustaqim • 19 Juni 2019 16:36
Yogyakarta: Sejumlah orang tua mengadu ke Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terkait adanya kesalahan sistem zonasi yang diterapkan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Para orang tua menuding ada kesalahan penghitungan jarak rumah warga dengan sekolah terdekat.
 
Salah satu orang tua, Sugianto, mengatakan keluarganya tinggal di RT 64, RW 18 Kampung Karanganyar, Kelurahan Gondokusuman, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Jarak rasional rumahnya dengan SMP terdekat yakni SMPN 10 Yogyakarta semestinya lebih dekat ketimbang RW 19. 
 
Akan tetapi, pengumuman dari dinas pendidikan setempat jarak kampung Sugianto dengan SMP 10 berkisar 872 meter. Di sisi lain, jarak RW 19 dengan SMP 10 hanya 388 meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penginnya anak kami daftar ke SMP 10. Melihat zonasi yang disediakan, mengapa jarak rumah kami lebih jauh daripada RW 19. Seharusnya RW kami jaraknya lebih dekat," kata lelaki 42 tahun ini. 
 
Ia mengatakan, SMP 10 menjadi pilihan utama dalam sistem zonasi. Sebab, jarak dengan sekolah lain, seperti SMP 9, SMP 13, dan SMP 16 lebih jauh. 
 
Tri Purwanto, yang juga warga RW 18, mengatakan, sejumlah warga sudah menjadikan kesalahan hitung sebagai bahan aduan ke dinas pendidikan. Bahan tersebut kemudian dibawa ke Dinas Pendidikan. Meskipun, pihaknya merasa belum ditindaklanjuti. 
 
"Soal masalah ini banyak disambangi warga. Jaraknya sangat merugikan," kata dia. 
 
Menurut dia, kesalahan hitung ini ulangan dari tahun sebelumnya. Jika terus seperti itu, ia menilai akan banyak siswa di kampungnya tak bisa diterima di SMP 10. Selain masalah itu, adapula masalah blank spot di daerah Patangpuluhan. 
 
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan pihaknya sudah memperbaiki kesalahan hitung tersebut. Ia menyebutkan, jarak RW 18 ke SMP 10 tetap 872 meter, sementara jarak RW 19 dengan SMP 10 menjadi 1.653 meter. 
 
"Pada PPDB kali ini kami melakukan evaluasi masalah yang terjadi pada 2018. Analisis kami lakukan sebelum kebijakan dikeluarkan," kata Budi. 
 
Budi mengatakan Dinas Pendidikan berusaha mengakomodasi sejumlah masalah di lapangan, termasuk masalah blank spot atau daerah yang tak terdeteksi. Ia mengklaim pihaknya sudah melakukan sosialisasi sejak awal April dan menerbitkan regulasi pada Maret 2019. 
 
"Jika ada kekeliruan, seperti sistem zonasi, bisa disampaikan ke kami. Kami membuat sistem jarak ini kerja sama Telkom dan Bappeda. Kami terbuka dengan seluruh masukan," beber Budi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif