Dua Faktor Sumbang Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam

Pythag Kurniati 25 Mei 2018 12:39 WIB
kenaikan harga
Dua Faktor Sumbang Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam
Ilustrasi. (ANT/Rahmad)
Solo: Menjelang Idulfitri, harga telur dan daging ayam bergerak naik. Kementerian Perdagangan  menelusur sebab naiknya dua komoditas tersebut. Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antarlembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Kemendag Eva Yuliana mengungkap, kenaikan harga kemungkinan disebabkan karena dua faktor.

"Bisa karena produksi yang berimbas pada stoknya. Produksi ini bisa karena harga pakan atau penyakit. Sebab lain, bisa juga karena persoalan distribusi," kata Eva usai menghadiri pasar murah di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Windan, Kabupaten Sukoharjo, Jumat, 25 Mei 2018.

Ia mengatakan, Kemendag telah menggelar rapat dengan menghadirkan stakeholder terkait. Mulai dari para peternak hingga  pedagang. Hanya saja untuk menyimpulkan masalah dan mencari solusi membutuhkan proses.


Eva menuturkan, persoalan kenaikan harga daging ayam dan telur, tidak bisa hanya diselesaikan satu pihak. Semua kementerian dan lembaga terkait harus turut serta agar kenaikan harga bisa ditangani.

Di Kota Solo, Jawa Tengah, harga daging ayam terpantau naik sejak awal bulan puasa. Di Pasar Gede Solo, kenaikan harga daging ayam terjadi berangsur-angsur.

Salah seorang pedagang ayam Pasar Gede Solo, Winarti, memaparkan saat ini harga daging ayam bm Rp35 ribu per kilogram. "Atau naik Rp5 ribu dari harga awal yakni Rp30 ribu," ujar dia.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Bandoe Widiarto menyatakan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional jelang Lebaran. 

TPID pun mewaspadai beberapa komoditas yang rutin menjadi penyumbang angka inflasi tiga tahun berturut-turut. "Menurut catatan kami, untuk bahan pangan, daging ayam ras ini memang menjadi penyumbang angka inflasi saat lebaran sejak tahun 2015 hingga 2017," beber dia.

Bandoe menambahkan, di Kota Solo harga telur ayam justru mengalami penurunan. Mengacu hasil sidak tanggal 23 Mei 2018 lalu, harga telur ayam ras di Solo turun dari Rp23.500 menjadi Rp22 ribu per kilogram.



(LDS)