Menkeu Tinjau Penerapan Kredit Ultra Mikro (UMI)

Pythag Kurniati 26 Mei 2018 12:50 WIB
kredit ultra mikro
Menkeu Tinjau Penerapan Kredit Ultra Mikro (UMI)
Menkeu Sri Mulyani meninjau realisasi penerapan Kredit Ultra Mikro (UMI) di Pasar Telukan, Sukoharjo pada Sabtu pagi, 26 Mei 2018.
Sukoharjo: Menteri Keuangan Sri Mulyani blusukan ke Pasar Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah. Kunjungannya pada Sabtu pagi, 26 Mei 2018, tersebut untuk meninjau realisasi penerapan Kredit Ultra Mikro (UMI) di kalangan pedagang.

Pantauan Medcom.id, Sri Mulyani sempat berbincang dan menyapa beberapa pedagang di Pasar Telukan. Ia pun berdialog dan menanyakan realisasi penerapan kredit UMI.

"Hari ini saya melihat perkembangan kredit UMI yang dikelola, jumlahnya di seluruh Indonesia ada Rp2,5 triliun," ungkap Sri Mulyani kepada wartawan.


Kredit Usaha Mikro ini, lanjut Menkeu, diperuntukkan bagi pedagang yang tidak mampu menjangkau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Masyarakat yang memanfaatkan biasanya hanya memerlukan pinjaman dalam jumlah kecil.

"Kalau KUR kan jumlah pinjamannya di atas Rp50 juta. Kalau pedagang-pedagang ini pinjamannya hanya Rp1 juta, Rp2 juta, dan Rp5 juta," beber dia.

Kredit UMI, kata Menkeu, menyasar pedagang yang tidak mampu menembus bank. Sebab, penyaluran UMI dilakukan melalui berbagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bahana Artha Ventura.

Pada 2017, pemerintah menganggarkan Rp 1,5triliun untuk alokasi anggaran penyaluran Kredit UMI. Jumlah tersebut ditambah menjadi Rp2,5 triliun di tahun 2018.

Sri Mulyani mengaku, akan melihat kemungkinan untuk menambah alokasi anggaran pembiayaan Kredit UMI pada tahun berikutnya. "Insyaallah, kita akan lihat di APBN untuk kemungkinan penambahan anggaran," jelas Sri Mulyani.



(LDS)