Ruang tunggu penumpang di Bandara YIA yang telah dioperasikan. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Ruang tunggu penumpang di Bandara YIA yang telah dioperasikan. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Bandara YIA Dorong Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta

pertumbuhan ekonomi bandara
Ahmad Mustaqim • 09 Mei 2019 11:08
Yogyakarta: Proses pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo telah memberikan berbagai macam dampak perekonomian. Nilai proyek pembangunan fisik bandara tersebut mencapai Rp6,1 triliun. Nilai itu belum termasuk biaya pembebasan lahan. 
 
"Banyaknya proyek pembangunan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Nilai proyek infrastruktur, misal bandara, Yogyakarta ukurannya di Jawa paling kecil, (dampaknya) seperti 'bom'," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan di kantornya, Rabu, 8 Mei 2019 malam.
 
Hilman memperkirakan dampak mega proyek ini mencapai berbagai dimensi. Meski demikian, menjadi sebuah pekerjaan untuk bisa menjaga pertumbuhan perekonomian 7,50 (periode triwulan I 2019) setelah pembangunan bandara selesai. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hilman, perlu adanya langkah konkret dan konsisten untuk menjaga laju perekonomian. Dua hal yang menurut dia penting yakni efisiensi dan inovasi.
 
"Contoh inovasi di kota besar, misalnya, dari sektor transportasi. Dari sebelumnya pakai uang tunai, diubah non tunai. Lalu, inovasi juga bisa diterapkan pada produksi batik yang bisa menaikkan nilai jual," beber Hilman.
 
Hilman menyebut, BI DIY pernah melakukan survei tiga bulan lalu berkait kesiapan masyarakat setelah adanya bandara. Idealnya, Lisman melanjutkan, masyarakat lokal di Yogyakarta harus paling mendapatkan dampak perekonomian atas pembangunan bandara.
 
"Kami melihat seharusnya kehadiran proyek sangat strategis harus memberikan manfaat besar di Yogyakarta. Yogya harus mendapat manfaat yang maksimal atas kehadiran bandara ini," ungkap Hilman.
 
Manager Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura, Devy Soeradji mengatakan, maskapai Batik Air segera menyusul Citilink untuk operasional komersial di YIA. Maskapai Citilink operasional di YIA baru pengalihan jadwal, sementara Batik Air membuka rute baru ke sejumlah tujuan.
 
"Maskapai (Batik Air) masih menunggu slot. (Pembukaan slot penerbangan) berdampak ke Denpasar karena di sana yang pending banyak," kata Devy. 
 
Selama tiga bulan, maskapai tak dikenakan tarif selama beroperasi di YIA, baik pengalihan arus maupun rute baru. Ia memperkirakan situasi itu akan berlaku hingga bandara bisa beroperasi penuh.
 
Devy mengatakan, bandara dengan luas terminal 210 ribu hektar ini meningkatkan kekuatan lobi terhadap bandara lain, khususnya untuk penerbangan wisatawan mancanegara. Andai akhir tahun bisa operasional penuh, maskapai luar negeri bisa melakukan penerbangan tarik dan bisa mengangkut  penumpang. 
 
"Pesawat besar luar negeri bisa dua kali angkut penumpang, seperti dari Denpasar lalu ke sini (YIA). Nanti tergantung (kebijakan) Kementerian Perhubungan," pungkas Devy.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif