Jalan Malioboro Dikaji untuk Kendaraan Tertentu

Ahmad Mustaqim 06 November 2018 15:41 WIB
pengalihan jalur
Jalan Malioboro Dikaji untuk Kendaraan Tertentu
Suasana kawasan wisata Malioboro saat tanpa ada Pedagang Kali Lima (PKL), Becak dan Andong di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (26/9). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang mengkaji kebijakan membuat Jalan Mataram yang berada di timur kawasan wisata Malioboro, menjadi satu jalur dari selatan ke utara. Selain itu, jalanan di kawasan Malioboro rencananya hanya bisa dilewati kendaraan tertentu.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo menjelaskan, rencana itu telah dibahas dengan forum lalu lintas. Sebelum penerapan, pihaknya akan melakukan survei penerapan kebijakan itu pada Kamis, 8 November 2018. 

"Rencana ini untuk mendukung konsep pedestarian di Malioboro. Nanti (Malioboro) akan jadi wilayah terbatas untuk kendaraan bermesin, tak semua kendaraan bisa melintas di sana," kata Sigit di Yogyakarta, Selasa, 6 November 2018.


Sigit menggambarkan, kendaraan yang melintasi Jalan Malioboro dan Jalan Mataram akan seperti konsep jarum jam. Sedangkan, sejumlah jalan sirip di sekitar Malioboro akan dibuat dua arah.

"Di antara transportasi yang boleh melintas Malioboro seperti bus TransJogja, sepeda kayuh, andong, becak kayuh," ungkap  Sigit.

Menurut Sigit, butuh kajian lanjutan mengenai manajemen lalu lintas, termasuk kesiapan kantong parkir. Di sepanjang jalan Mataram yang nantinya hanya satu arah dilarang parkir.

Sigit kembali mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta terkait pemberlakuan dua jalur di jalan sirip, seperti jalan Dagen, Beskalan, Gandekan, Perwakilan, Ketandan, Reksobayan, Sosrowijayan, dan Suryatmajan. 

Sementara itu Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda DIY, AKBP Sulasmi mengatakan, pihaknya masih akan melihat kondisi lapangan dalam pengaturan lalu lintas di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Ia menyatakan perlu survei lebih lanjut untuk mematangkan rencana pemerintah itu. "Kira-kira mana yang sekiranya pas untuk diterapkan di lapangan nanti," ujar Sulasmi.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id