Ilustrasi sel, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi sel, Medcom.id - M Rizal (Budi Arista Romadhoni)

Lima Narapidana di Jateng Langsung Bebas saat Natal

perayaan natal dan tahun baru
Budi Arista Romadhoni • 24 Desember 2018 12:56
Semarang: Sebanyak 365 narapidana di Jawa Tengah mendapat remisi di perayaan Hari Natal 2018. Lima di antaranya langsung bebas.
 
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jawa Tengah Heni Yuwono mengatakan remisi diberikan ke narapidana yang menjalani masa hukuman di 32 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Pemberian remisi sesuai Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.PK.01.05.05-733 Tanggal 25 Oktober 2018 perihal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Natal Tahun 2018 Kepada Narapidana dan Anak.
 
"Besarnya remisi yang diberikan bervariasi, didasarkan pada masa pidana yang telah dijalani seorang narapidana," katanya di Semarang, Senin 24 Desember 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut lapas yang paling banyak menerima remisi berada di Kedungpane Semarang. Jumlahnya mencapai 45 narapidana, seorang di antaranya bisa bebas di hari itu juga.
 
"Penerima Remisi Khusus I dengan pengurangan masa hukuman 15 hari sebanyak 94 orang, 1 bulan sebanyak 210 orang, 1 bulan 15 hari sebanyak 42 orang dan 2 bulan sebanyak 14 orang," terangnya. 
 
Kemudian untuk penerima Remisi Khusus II (langsung bebas), lanjutnya, yaitu dengan pengurangan masa hukuman 15 hari sebanyak 3 orang, 1 bulan sebanyak 1 orang dan 1 bulan 15 hari sebanyak 1 orang.
 
Jumlah narapidana yang menerima Remisi Khusus I (RK I) Tindak Pidana Umum (Pidum) sebanyak 160 orang, 197 narapidana kasus narkotika, tiga orang pidana khusus lainnya.
 
"Tapi yang pidana khusus terorisme dan korupsi tidak ada yang memperoleh remisi," urainya.
 
Untuk RK II, hanya empat orang dari kasus Pidana umum dan seorang narapidana kasus tindak pidana khusus lainnya yang mendapatkan remisi.
 
“Remisi merupakan reward atau penghargaan bagi narapidana atas segala hal positif yang telah dilakukan selama menjalani masa pidana," bebernya. 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi