Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Lion Air
Petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda DIY saat mengambil sampel DNA keluarga korban kecelakaan Lion Air, di Dusun Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Selasa, 30 Oktober 2018. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Gunungkidul: Petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) keluarga korban kecelakaan Lion Air, di Dusun Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Selasa, 30 Oktober 2018. Sampel DNA itu akan segera dikirim ke Jakarta untuk dicocokan dengan korban bernama Herjuno Darpito.

Kepala Urusan DVI Polda DIY, dokter Titik Rahma mengatakan, sampel DNA yang diambil yakni usapan pipi dalam dan darah. Sampel DNA ini diambil dari kedua orang tua korban, yakni Marwandi, 74 dan Nasiah 67. 

"Kita juga cari informasi jika ada pula fisik (pada korban). Basa juga ciri bagian giginya. Sampel akan kami kirim ke Jakarta," kata Titik di kediaman Marwandi. 


Titik mengatakan sampel DNA bisa diambil dari saudara atau anak apabila orang tua sudah meninggal. Misalnya, adik atau kakak kandung, serta anak korban. 

Titik menjelaskan aparat kepolisian segera bergerak setelah publikasi data terduga korban. Ada sebanyak dua keluarga korban Lion Air di Yogyakarta, yakni di wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul.

"Untuk yang di Sleman bapak ibunya sudah berangkat ke Jakarta. Jadi sampel yang kami ambil hanya yang di Gunungkidul ini," ungkapnya. 

Rifqi Jauhari, 40, adik kandung Herjuno, mengungkapkan, anggota keluarganya sudah ada yang berangkat ke Jakarta untuk mencari informasi di crisis Centre. Pihak keluarga memilih menunggu di rumah. 

"Sampai sekarang kami belum ada kabar. Kantong (jenazah) yang dipublikasikan belum keluar hasilnya (identifikasi). Tadi diambil sampel DNA kemungkinan dicocokkan di sana," ungkapnya



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id