Pasien terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RS Elisabeth Semarang, Kamis 24 Januari 2019. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Pasien terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RS Elisabeth Semarang, Kamis 24 Januari 2019. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni (Budi Arista Romadhoni)

33 Warga Semarang Idap DBD di Januari 2018

demam berdarah
Budi Arista Romadhoni • 24 Januari 2019 16:38
Semarang: Sebanyak 33 Kasus demam berdarah Dengue (DBD) tercatat di Kota Semarang. Jumlah tertinggi terjangkit penyakit tersebut berada di Kecamatan Gajahmungkur (enam kasus) dan Kecamatan Candisari (lima kasus).
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono terus berupaya melakukan pencegahan. Namun, jumlah warga positif DBD terus bertambah setiap minggunya.
 
"Minggu pertama ada empat kasus, minggu kedua 14 kasus, dan minggu ketiga ini total sudah 33 kasus," katanya di Semarang, Kamis 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencegahan penyakit DBD terus dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Program tersebut tersebut dilakukan di Kelurahan seluruh Kota Semarang.
 
"Memang ada kelurahan yang melakukan fogging, namun sebisa mungkin untuk menghindari, sebab dampaknya kurang baik," terangnya.  
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa tengah, Tatik Muharyati mengungkapkan, masyarakat perlu aktif memantau jentik nyamuk (Jumantik), dengan menerapkan 3M plus (menguras, mengubur, menutup dan memakai obat nyamuk atau kelambu).
 
"Kasus DBD di Jawa Tengah sebenarnya terus mengalami penurunan, tahun 2018 tertinggi di Wonogiri dengan angka kejadiannya 17,39% penduduk yang terjangkit, sementara untuk kota Semarang menempati urutan ke 9 jumlah warga yang terjangkit," bebernya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif