UGM Akui Lamban Tangani Kasus Dugaan Pemerkosaan

Patricia Vicka 07 Desember 2018 17:28 WIB
pemerkosaan
UGM Akui Lamban Tangani Kasus Dugaan Pemerkosaan
Rektor UGM Panut Mulyana (tengah batik coklat) meminta maaf atas kelambanan.proses pengusutan dugaan pemerkosaan, Medcom.id - Vicka
Yogyakarta: Tindakan menanggapi kasus dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta terbilang lamban. Lantaran itu, rektorat kampus meminta maaf.

Rektor UGM Panut Mulyana mengaku penanganan kasus tersebut lamban. Akibatnya berdampak pada korban dan pelaku, baik secara psikologi, finansial, maupun akademik.

"Kami meminta maaf atas kelambanan yang terjadi," ujar Panut saat jumpa pers Pernyataan Publik Pimpinan UGM terkait Kasus Dugaan pelecehan Seksual pada Kegiatan Kuliah Kerja Nyata(KKN) di ruang Rektor UGM, Jumat 7 Desember 2018.


Peristiwa dugaan pemerkosaan terjadi pada mahasiswinya berinisial N saat praktik KKN periode Juli- Agustus 2017 di Kabupaten Seram Barat, Maluku. Namun UGM baru menangani dengan serius kasus tersebut pada 2018. Salah satunya dengan membentuk tim evaluasi KKN atau tim investigasi independen pada April 2018. 

Baca: Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Segera Digelar

Tim investigasi bekerja pada April hingga Juli 2018. Tim mengumpulkan fakta peristiwa tersebut. Selanjutnya UGM membentuk komite etik yang bertugas memberikan rekomendasi kepada pimpinan UGM dalam pemberian sanksi atau tindakan kepada pelaku dan korban.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Sugarda menegaskan lambatnya UGM memproses kasus ini bukan karena faktor kesengajaan. Pihaknya tidak mau gegabah dan terburu-buru dalam menyikapi dan mengambil keputusan kasus ini.

"Hanya asas kehati-hatian jadi pertimbangan utama yang jadi membuat proses lamban,"tutur Paripurna.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id