Alat Pemantau Pergeseran Tanah Dipasang di Pati
ilustrasi Medcom.id
Pati: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memantau pergeseran tanah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pemantauan itu dilakukan dengan cara memang alat pendeteksi pergerakan tanah di tujuh titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo menyampaikan, tujuh titik yang dipasang yaitu Desa Panjang, Tanjung Anom, Gudo, Pohgading, Winong, Sumbersuko, Sukolilo, dan Wotan. Pemasangan dilakukan lantaran wilayah Bumi Mina Tani dilalui sesar Rembang. Sehingga, berpotensi terjadi pergeseran tanah yang dapat mengakibatkan gempa.

“Cuma gempanya tidak dahsyat, semoga tidak terjadi. Seandainya terjadi itu di bawah 3,5 SR,” ujar Sanusi saat dihubungi Medcom.id, Senin, 22 Oktober 2018.


Sanusi melanjutkan, wilayah di Kabupaten Pati yang dilalui sesar Rembang yaitu Jaken, Winong, Sukolilo, sampai ke Kabupaten Kudus. Selain di darat, pergerakan tanah juga terjadi di perairan laut Pati. Terakhir, gempa yang dirasakan warga Pati pada Mei 2018, berpusat gempa berada di tengah laut.

“Tidak berdampak tapi ada guncangan sedikit-sedikit,” kata Sanusi.

Melihat kondisi tersebut, Sanusi menambahkan, mulai saat ini pihaknya aktif menyosialisasikan potensi bencana gempa bumi pada seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui sekolah-sekolah dan desa-desa tangguh bencana.

Dalam katalog gempa bumi merusak di Indonesia, gempa bumi merusak pernah terjadi di Bumi Mina Tani pada 12 Desember 1890. Dalam peristiwa itu beberapa orang meninggal dan luka berat. Serta, sejumlah bangunan roboh.

 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id