Menteri BUMN, Rini Soemarno saat memantau progres pembangunan bandara NYIA di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 21 Februari 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Menteri BUMN, Rini Soemarno saat memantau progres pembangunan bandara NYIA di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 21 Februari 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Menteri Rini Wanti-Wanti Kualitas Pembangunan NYIA

infrastruktur bandara
Ahmad Mustaqim • 21 Februari 2019 21:21
Kulon Progo: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis, 21 Februari 2019. Dia mengecek bangunan yang akan dipakai penerbangan perdana pada April 2019.
 
Usai melihat bangunan di lantai satu dan dua, Menteri Rini menilai pembangunan NYIA masih sesuai jadwal. Meski demikian ia mengingatkan agar proses pembangunan tetap mengutamakan kualitas.
 
"Memakanya saya mengingatkan harus selalu dijaga kualitas dan keamanan bangunannya," ujar Menteri Rini di area proyek pembangunan NYIA, Kamis, 21 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rini mengatakan bandara NYIA sebagai bandara internasional di antara yang terbaik bersama Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Ngurah Rai di Bali. Menurut dia, pelayanan yang diberikan di bandara NYIA harus bisa menunjukkan yang terbaik.
 
Rini mengatakan kualitas tetap menjadi yang utama dalam waktu sekitar 40 hari yang tersisa. Namun, kontraktor perlu tetap memastikan keamanan pekerja karena waktu yang ada bersamaan dengan musim hujan.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan progres pembangunan masih sesuai jalur. Ia mengatakan pengerjaan landasan ditargetkan selesai 100 persen pada April.
 
"Hari ini masih sesuai target. Mudah-midahan masih bisa berjalan dengan baik. Kami masih mengerjakan kekurangannya," ungkap Faik
 
Ia menambahkan, layak tidaknya bandara NYIA operasional perdana untuk penerbangan internasional akan melihat hasil verifikasi Kementerian Perhubungan. Sementara pengerjaan terminal untuk operasional perdana seluas 12.900 meter persegi masih dalam proses.
 
"April ini kan bisa pertengahan bisa akhir," ujarnya.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif